Lelang Proyek Dinas Perairan Lamteng Diduga ‘Pesanan’

0
224
Proyek Normalisasi jaringan irigasi milik Dinas Perairan Tahun 2017 sudah hancur.

LAMPUNG TENGAH ( Duta Lampung Online ) – Lelang proyek pada Dinas Perairan Kabupaten Lampungtengah (Lamteng) , yang bersumber dari APBD Tahun 2017/2018 diduga kuat kocok ‘bekem’ alias telah dikondisikan.

Pasalnya berdasarkan data yang diperoleh, banyak ditemukan indikasi persengkokolan dalam tender proyek Dinas Pengairan Lampung Tengah Tahun 2017/ 2018 sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan presiden ( Perpres) nomor 4 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa. Banyak perusahaan yang bisa memenangkan tender bannyakproyek dengan penawaran yang sangat mendekati HPS, peserta mayoritas sama dan bergantian menjadi pemenang.

Dugaan kecurangan dan permainan yang dilakukan oleh pihak Dinas Pengairan Lampungtengah dan pihak pemborong diperkuat dengan ditemukan sejumlah proyek yang bermasalah yang ada dilokasi.

Terpisah, hal ini diperkuat dari pengakuan salah satu mandor pemobrong, Turmin saat dihubungi melalui via telpon pada Selasa (9/10/2018). Turmin mengaku jika atasannya pada tahun 2017 lalu mendapat proyek dari Dinas Pengairan sebannyak 17 paket.
“Betul mas bos saya pada tahun 2017 lalu, mendapat 17 paket dari Dinas Pengairan yang tersebar disejumlah wilayah di Kabupaten Lampungtengah,”ungkapnya.

Turmin mengatakan, ke-17 paket proyek tersebut yang terbannyak berada di daerah UPTD Way Pengubuan. “Proyek Rehabilitasi jaringan irigasi milik bos saya yang terbannyak berada di UPTD Way Pengubuan,”ujarnya.

Turmin saat dikonfirmasi terkait keberadaan lokasi proyek enggan untuk menjelaskan, dirinya hannya menunjukan sebagian lokasi saja. “Andakan wartawan coba cari tau sendiri keberadaan proyek kami. Tapi yang jelas proyek milik bos saya ada 17 paket,”kata Turmin.

Dugaan kecurangan lelang proyek yang ada di Dinas Pengairan juga diperkuat dari data yang dilansir dari, Harianpilar.com. Seperti contohnya melalui data yang dilansir pada tahun 2017 lalu, CV. Gemilang Jaya Sakti yang memenangkan tender enam paket proyek sekaligus dengan nilai penawaran sangat mendekati HPS, peserta mayoritas sama dan berganti-gantian menjadi pemenang.

Enam proyek yang seluruh tendernya dimenangkan CV. Gemilang Jaya Sakti itu adalah proyek proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Kampung Daerah Irigasi Way Caringin Tengah UPTD Way Pengubuan dengan HPS Rp854.096.000 dimenangkan CV. Gemilang Jaya Sakti dengan penawaran Rp852.560.000 hanya turun Rp1,5 juta atau 0,1 persen.

Proyek pembangunan embung Sridadi dengan HPS Rp285 juta dimenangkan CV. Gemilang Jaya Sakti dengan penawaran Rp283.827.000 hanya turun Rp1,1 juta atau 0,4 persen dari HPS.

Poyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Kampung Daerah Irigasi Way Bumi Batin Banjar Sari Hulu UPTD Way dengan HPS Rp207.163.000 dimenangkan CV. Gemilang Jaya Sakti dengan HPS Rp206.430.000 hanya turun Rp937 Ribu atau 0,3 persen dari HPS. Pembangunan Embung Purworejo dengan HPS Rp200 juta dimenangkan CV.

Gemilang Jaya Sakti dengan penawaran Rp198.899.000 hanya turun Rp1,1juta atau 0,5 persen dari HPS. Proyek pembangunan Talud Saluran Irigasi UPTD Trimurjo (Saluran Tersier BPU 4 kiri 1) dengan HPS Rp175 juta dimenangkan CV.

Gemilang Jaya Sakti dengan penawaran Rp173.926.000 hanya turun Rp1 juta atau 0,6 persen dari HPS. Proyek pemeliharaan Tanggul di UPTD Rumbia Timur dengan HPS Rp210 juta dimenangkan CV. Gemilang Jaya Sakti dengan penawaran Rp209.039.000 hanya turun Rp961 Ribu atau 0,4 persen dari HPS.

Indikasi tender kurung proyek Dinas Pengairan Lampung Tengah ini semakin terlihat dari peserta yang bergantian menjadi pemenang. Seperti CV. Jagadhita Raya yang menjadi peserta tender di proyek yang dimenangkan CV. Gemilang Jaya Sakti, gantian menjadi pemenang di enam proyek lainnya.

Enam proyek yang seluruhnya dimenangkan oleh CV. Jagadhita Raya itu adalah proyek pembangunan talud saluran proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Kampung Daerah Irigasi Way Samang Kota Batu UPTD Way Pengubuan dengan HPS Rp772.961.000 dimenangkan CV. Jagadhita Raya dengan penawaran Rp771.470.000 hanya turun Rp1,4 juta atau 0,1 persen dari HPS.

Proyek rehabilitasi Jaringan Irigasi Kampung Daerah Irigasi Way Dempo UPTD Way Pengubuan dengan HPS Rp278.910.000 dimenangkan CV.Jagadhita Raya dengan penawaran Rp278.104.000 hanya turun Rp800 Ribu atau 0,2 persen dari HPS. Proyek irigasi UPTD Rukti Endah (Saluran Tersier BMW 0 kiri) dengan HPS Rp150 juta dimenangkan CV. Jagadhita Raya dengan penawaran Rp149.242.000 hanya turun Rp750 Ribu atau 0,5 persen dari HPS.

Proyek pembangunan Talud Saluran Irigasi UPTD Terbanggi Besar (Saluran Tersier KL 1 Kanan) dengan HPS Rp150 juta dimenangkan CV. Jagadhita Raya dengan penawaran Rp149.249.000 hanya turun Rp751 Ribu atau 0,5 persen dari HPS. Proyek pemeliharaan Tanggul di UPTD Kalirejo dengan HPS Rp210 juta dimenangkan CV.

Jagadhita Raya dengan penawaran Rp208.736.000 hanya turun Rp1,2 juta atau 0,6 persen. Proyek pemeliharaan Tanggul di UPTD Seputih Surabaya dengan HPS Rp200 juta dimenangkan CV. Jagadhita Raya dengan penawaran Rp198.953.000 hanya turun Rp1 juta atau 0,5 persen dari HPS.

Begitu juga CV. Kesuma Karya memenangkan lima paket proyek sekaligus dengan ‘modus’ yang sama. Lima proyek yang seluruhnya dimenangkan CV. Kesuma Karya itu adalah proyek pembangunan Embung Sekar Gading dengan HPS Rp285 juta dimenangkan CV.
Kesuma Karya dengan penawaran Rp283.890.000 hanya turun Rp1,1 juta atau 0,3 persen dari HPS. Proyek pembangunan Embung Way Bendo dengan HPS Rp250 juta dimenangkan CV. Kesuma Karya dengan HPS Rp249.050.000 hanya turun Rp950 Ribu atau 0,3 persen dari HPS.

Dari data tersebut, bisa kita lihat jika dugaan kuat bukan hannya sebatas persengkongkolan dalam melakukan lelang proyek, namun lebih mengarah pada setoran kepada sejumlah oknum pejabat yang ada didinas setempat. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here