Herman HN: Saya Hanya Membantu Karena Ini Kewenangan Gubernur Lampung

0
28

Bandarlampung (Duta Lampung Online) – Buruknya Jalan Ryacudu, Korpri Raya, Kecamatan Sukarame, mendorong Wali Kota Bandarlampung Herman HN, turun tangan. Ia berjanji membantu penanganan jalan yang disebut-sebut masyarakat mirip kolam lele.

Hujatan dan pengaduan belakangan memang ia terima lantaran jalan yang menjadi akses keluar masuk pintu tol dari Kota Baru, rusak parah.
Padahal status jalan tersebut milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, namun lantaran masih di wilayah Bandarlampung banyak masyarakat yang salah paham dan meminta Herman bertanggungjawab.

“Karena jalan ini wewenang provinsi, tapi saya kasihan dengan rakyat yang melintas jalan ini, kan yang lewat ini dari mana saja, dari seluruh Indonesia. Malu kita sebagai masyarakat Lampung,” ujar Herman HN usai meninjau Jalan Ryacudu, Senin (29/4/2019).

Ia pun memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki sementara jalan tersebut. Mulai dari dikeruk, kemudian ditimbun dengan batu agar tidak kondisi jalan tidak semakin parah.

“Jalan ini diperbaiki tapi sifatnya sementara, saya hanya membantu karena jalan ini kewenangan gubernur Lampung. Kita uruk dan diratakan, maka saya membantu pemerintah provinsi untuk memperbaiki ini. Sementara 20 truk dengan material batu disiapkan untuk menimbun jalan yang berlubang,” jelasnya.

Herman HN menerangkan bahwa, seharusnya perbaikan jalan itu telah dianggarkan oleh pemprov dengan jumlah dana yang sangat besar.

“Saya lihat sudah dianggarkan Rp11 miliar, tapi ditunggu-tunggu tidak kunjung diperbaiki. Ini rakyat kesal nanti bermasalah, makanya saya bantu perbaiki jalan ini sementara,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini mengatakan bahwa sebagai pemimpin daerah yang bertugas melayani rakyat. Maka sudah sewajarnya menempatkan diri untuk memberikan pelayanan yang baik kepada rakyat yang dipimpin.

“Ya malu dengan rakyat yang melalui jalan ini seolah-olah kita tidak peduli dengan rakyat. Padahal rakyat itu adalah raja, harus kita layani dengan baik,” pungkasnya.

Sementara Adhe Ratna Sari (25), warga Way Kandis, mengaku sudah menjadi korban Jalan Ryacudu. Selain digenangi air, jalannya berlubang cukup dalam.

“Malam lewat sini, air kan tinggi di sini. Saya lewat kayak meraba-raba saja, nggak tahunya lubang, bumper saya pecah dan mobil saya nyangkut di tengah,” keluhnya.

Menurutnya, masyarakat tidak peduli mengenai status jalan. Kondisi jalan yang dekat dengan pintu tol, kampus, dan berada di kota sangat memalukan.

“Masyarakat awam kan nggak tahu menahu urusan ini jalan punya siapa. Kami bayar pajak tapi kok jalannya rusak begini. Malu lah masa jalan kota kok begini. Kalau memang ini jalan provinsi, masa yang turun duluan wali kota, sama seperti kasus Jalan Pramuka,” tukasnya.(*)

Editor: Mancar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here