Dugaan Proyek Amburadul Dapat Sorotan DPC PWDPI Lampura

0
45

Lampung Utara ( Duta Lampung Online)-Dugaan proyek Pembangunan Jembatan Way Rarem tepatnya di Desa Aji Kagungan Kecamatan Abung Kunang Lampung Utara dapat sorotan dari Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia ( PWDPI) kabupaten setempat.

Proyek yang menelan anggaran Rp.13,875,800,000,00,(tiga belas miliar delapan ratus tujuh puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah) sumber APBN tahun 2022, diduga kuat dikerjakan asal jadi alias amboradul.

Selain itu, kegiatan pembangunan jembatan Way Rarem Aji Kagungan yang dimenangkan oleh CV. Hendra Cipta Laksana syarat akan Korupsi mencari keuntungan pribadi untuk memperkaya diri.

“Sangat disayangkan  dalam pelaksanaan di salah satu bagian dari item pembangunan jembatan Way Rarem, seperti Pada bagian Talut Penahan Tebing (TPT) di duga terindikasi tidaklah sesuai spesifikasi teknis alias asal jadi ,”ujar  nara sumber yang indentitas tidak dapat di sebutkan, saat ditemui timsus DPC PWDPI pada (17/11/2022).

Kepada Timsus PWDPI Lampura, Narasumber juga menceritakan, pemasangan pondasi menurut spesifikasi harus 50cm, pada faktanya dari kedalaman pondasi hanya di pasang 30cm.

“Kemudian permukaan TPT seharusnya 30 , cm , faktanya hanya di pasang kisaran 20 sampai 25cm saja ,” beber nara sumber.

Masih menurut sumber,di landasan dasar pemasangan pondasi dan di pemasangan batu pada dasar permukaan tidak di siram pasir.

Sehingga di yakini oleh nara sumber pada item pekerjaan pembangunan TPT tersebut tidak akan seumur jagung.

Dengan adanya indikasi dugaan pekerjaan TPT yang di duga tidak sesuai spesifikasi teknis nara sumber mengatakan dirinya minta BPK segera turun meninjau lokasi untuk mengopname spesifikasi TPT salah satu dari item pembangunan jembatan Way Rarem di maksud.

“Lebih lucu lagi menurut nara sumber papan informasi Proyek Jembatan Way Rarem di pasang depan kantor Pos-Polsektor Abung Kunang,tidak di pasang di tempat kegiatan Proyek berlangsung ,”katanya.

Berkaitan dengan informasi tersebut, Timsus DPC PWDPI dan para awak media mencoba mengkonfirmasi petugas atau pengawas yang berada di lokasi.

Tapi sayangnya tidak ada satupun petugas atau pengawas yang dapat untuk di mintai tanggapan terkait dugaan tersebut, pada Jum’at, (11/11/2022).

Lalu para awak media  berjumpa dengan  Suardi yang mengaku sebagai pekerja. Namun menurut, Suardi kalaupun ingin meminta statement mengenai kegiatan di sini, lamsung saja kepada, Bidin PPK 2.5 Balai BPJN Propinsi Lampung.

Hingga berita ini di terbitkan PPK 2.5 Balai BPJN Propinsi Lampung belum dapat untuk di konfirmasi (Red).