Warga Mangun jaya Mengeluh Aktivitas PT.Wahana Jaya Prima Berdiri Diarea Pemukiman Padat Penduduk

0
117

Mangun Jaya Musi Banyuasin Sumatera Selatan.(Duta lampung Oline).Keluh kesah warga akibat akvitas perusahaan pengolahan batu dilingkungan Rt.03.kelurahan mangun kaya kec.Babat toman,dikeluhan oleh berdirinya bangunan perusahaan yang berjarak dekat dengan pemukiman warga.aktivitas yang dilansungkan oleh perusahaa tersebut yang saat sedang overasional produksi menimbulkan asap serta debu yang berdampak negatip kepemukiman warga sekitar berdirinya perusahaan.

Dari hal tersebut warga sekitar akan segera mendesak Komisi IV DPRD Sumsel, Untuk Menyetop Aktivitas PT.Wahana Jaya Prima dipemungkinan padat Penduduk di kelurahan Mangun Jaya,kecamatan Babat Toman.

Saat diwawancarai awak media warga sekitar membenarkan ,perihal aktivitas PT.Wahana Jaya Prima (WJP) yang mendirikan Asphal Maxing Plant (AMP) dan Mesin Pemecah Batu ditengah Pemungkinan perumahan padat penduduk di RT.03 dan RT.02 RW 01 Kelurahan Mangu Jaya .

aktivitas tersebut muncul kecaman dari warga sekitar .
Kaum ibu – ibu (Emak – emak),atas pencemaran limbah debu asap mengakibatkan kami warga terkena terasa dirugikan ,seperti saat malam hari disaat pabrik tersebut sedang beroperasi menimbulkan suara bising ,sehingga menggangu istirahat tidur malam,selain juga itu kami merasa pernapasan kami tergangu oleh debu asap yang dikluarkan pabrik ini,ungkap M.Lekat mewakili warga setempat.

Masyarakat Mangun jaya sudah banyak mengeluh dan akibat dampak polusi udara debu bertebangan +- 17 Jam dari pagi,siang,sore dan sampai jam 23.00,Wib disaat perusahaan ini melakukan aktivitasnya,sehingga menganggu ketenangan warga mau melakukan sholat,makan dan istrihat, bahkan kalau ada acara hajatan sepeti ini ungkap Mingha Cek’ali (65) dan Rifai (53 tahun).selaku warga.

“Kami yang bertempat tinggal disekitar camp dan mesin pemecah batu (PT. Wahana Jaya Prima,)merasa resa selama oprasionalnya dari bulan Juli s/d 30 Nopember berkisar 4 bulan,lanjutnya

Masyarakat Kelurahan Mangun jaya kecamatan Babat Toman merasa dirugikan akibat aktivitas tersebut ,kerugian tersebut diduga akibat dari asap yang bersumber dari polisi pabrik yang dimiliki PT.Wahana.Jaya Prima (PT.WJP) Sat sedang overasional muncul asap hitam pekat,yang disebabkan oleh aktivitas tersebut,ungkapnya

Kami masyarakat meminta dan berharap kepada pihak terkait untuk turun kelapangan langsung diperiksa keberadaan PT.Wahana Jaya Prima yang mendirikan dan memproduksi aspal dan mesin pemecah batu ,Apakah sudah sesuia dengan izin prinsip pendiriannya, sebagai masyarakat biasa, kami tak mengerti ,apakah perusahaan ini memang sesuai berdiri diarea pemukiman warga kayak gini ,sehingga kami merasa dirugikan.

Pernapasan sesak akibat dari polusi debu yang mengandun zat kimia, dari perusahaan tersebut sambungnya .

Harapan kami kepala dinas lingkungan hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi sumsel. Segera mungkin untuk mengambil tindakan dalam persoalan ini.
karena warga tidak tahan lagi,akibat dampaknya.

Kami warga mendesak secepatnya ada tindakan tegas dari pihak pemerintah dan wakil rakyat,lebih Pada keberadaan PT. Wahana jaya prima ini ditutup total,dari pada mengorbangkan kami masyarakat disini.

Hal senada dijelaskan Rv(40).
” Kami minta kami warga disini diperiksa kondisi kesehatan kami dan tanyakan disekitar lokasi perusahaan ini,karena debu mengandung zat kimia bau pesing menyengat penyebaran lebih kurang lebih berjarak 2 KM masi tercium tutupnya.(Katada/PWDPI).