Warga Enam Kecamatan di Tubaba Minta Pemkab Segera Atasi Kerusakan Parah Jalan Poros

0
85
Warga Enam Kecamatan di Tubaba Minta Pemkab Segera Atasi Kerusakan parah Jalan Poros (phto istimewa)

 Duta Lampung ONline(DLO)-Masyarakat 6 kecamatan wilayah utara di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) meminta upaya Pemkab setempat dalam mengatasi jalan poros penghubung 6 kecamatan dengan ibukota yang sulit dilalui kendaraan, lantaran kondisi jalan yang berlumpur dan tergenang air cukup dalam.
Ruas jalan Provinsi Lambu Kibang – Tiyuh Penumangan tersebut titik terparah berada di antara Tiyuh Pagar Dewa menuju Tiyuh Penumangan yang merupakan jalan timbunan membelah tanah nyapah dan sungai Way Kiri.

“Akhir-akhir ini akibat intensitas hujan yang tinggi, kondisi jalan sangat parah sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, bagaimana tidak, karena selain jalan berlumpur jalan tersebut berlubang dalam dan digenangi air bahkan licin untuk dilalui. Kalau pengendara tidak berhati-hati bisa terperosok kedalam sungai,” ungkap Andika Setiawan,wWarga Kecamatan Gunung Agung, Sabtu (15/4).

Melihat kondisi jalan saat ini, lanjut Andika, jika tidak ada penanganan dari pihak terkait, kerusakan akan tambah parah dan masyarakat 6 kecamatan wilayah utara kabupaten (Gunung Agung, Gunung Terang, Batu Putih, Lambu Kibang, Way Kenanga, dan Pagar Dewa) akan terisolasi.

“Untuk menuju ibukota kabupaten, jika kami harus melintasi Kabupaten Tulangbawang terlalu jauh dan memakan waktu dan biaya yang besar. Jalan inilah yang enak kami lalui selain biaya murah jarak tempuh dari wilayah Kecamatan perbatasan seperti Batu Putih dan Gunung Agung dekat, perbandingannya sampir separuh perjalanan jika kita melintas lewat Tulangbawang, ” tukasnya.
Sementara itu, Irawan (27) warga Penumangan, mengatakan rusaknya jalan sepanjang 1 kilometer itu dampak dari banjir besar sungai Way kiri yang meluap dan menerjang jalan tersebut pada tanggal 11 Maret yang lalu.

“Rusaknya jalan ini akibat diterjang banjir besar sebulan lalu banyak material jalan yang ikut hanyut, saat ini untuk roda dua mungkin tidak beresiko namun untuk mobil sebaiknya jangan melintas dulu khawatir terjabak lumpur, ” himbaunya.

Sementara, politisi Partai Nasdem Tubaba, S Joko Kuncoro mengatakan, pihaknya mewakili warga dari 6 kecamatan wilayah utara kabupaten setempat, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba, dapat cepat tanggap dalam mengatasi ruas jalan tersebut, sebab jalan tersebut merupakan jalan poros dan ruas jalan tercepat yang dilalui masyarakat menuju ibukota kabupaten.

“Pemkab Tubaba diharapkan secepatnya dapat mengatasi keluhan masyarakat ini. Sebab, itu jalan alternatif satu-satunya yang terdekat dan tercepat menuju ibukota,” ungkap orang nomor satu di Partai Nasdem Tubaba melalui ponselnya, Minggu (16/4) kemarin,Menurutnya, untuk mengatasi jalan tersebut dengan tanggap darurat tidaklah terlalu mahal. Sebab, Pemkab Tubaba memiliki alat berat gleder untuk meratakan dan membuang lumpur yang ada dan menimbunnya dengan batu sabes kurang lebih 10 mobil colt diesel ditaruh di titik terparah sepanjang hampir1 kilometer.

“Memang ruas jalan itu milik pemerintah provinsi, jika untuk kondisi darurat apakah menyalahi, saya rasa tidak. Jadi, ini butuh perhatian serius bagi pemerintah daerah, akan masyarakat 6 kecamatan tidak terisolir,” tukasnya (Hary)