Warga Bumi Ratu Terima Sertifikat Prona

0
0

WAY KANAN, (DUta Lampung Online) – Masyarakat Kampung Bumi Ratu Kecamatan Blambangan Umpu menerima penyerahan sertifikat tanah hak milik melalui program Prona tahap pertama. Dengan terbagikannya sertifikat hak milik tanah tersebut menjadikan bukti hukum bagi pemilik lahan dalam menguatkan kepemilikannya, setelah itu dilanjutkan evaluasi hasil capaian kegiatan IP4T, Kamis (2/6).

Seperti diketahui bersama kegiatan PRONA pada prinsipnya merupakan kegiatan pendaftaran tanah pertama kali. PRONA dilaksanakan secara terpadu dan ditujukan bagi segenap lapisan masyarakat terutama bagi golongan ekonomi lemah dan menyelesaikan secara tuntas terhadap sengketa-sengketa tanah yang bersifat strategis.

Tujuan PRONA adalah memberikan pelayanan pendaftaran pertama kali dengan proses yang sederhana, mudah, cepat dan murah dalam rangka percepatan pendaftaran tanah diseluruh Indonesia dengan mengutamakan daerah yang miskin dan tertinggal, daerah pertanian subur atau berkembang, daerah penyangga kota, pinggiran kota atau daerah miskin kota, daerah pengembangan ekonomi rakyat, acara ini merupakan suatu wujud nyata dari kepedulian Pemerintah kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Way Kanan dalam rangka memberikan suatu tanda bukti hak atas tanah berupa sertifikat.

Semoga dengan diterimanya sertifikat hak milik ini dapat memberikan rasa aman, rasa tenteram, kemantapan hati, karena mulai hari ini sudah dapat dibuktikan bahwa kepemilikan yang sah atas bidang tanah yang ditempati selama ini. Penyerahan sertifikat tanah Prona ini merupakan penyerahan tahap pertama  dari target keseluruhan yang akan kita serahkan kepada masyarakat Way Kanan.

Selain penyerahan Sertifikat Prona tahap pertama, lalu dilanjutkan dengan acara Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T), yang bertujuan untuk mengetahui capaian kegiatannya di Kabupaten Way Kanan yang meliputi data dan peta penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaaatan tanah, Peta Bidang, Gambar Ukur, dan Peta Pendaftaran.

Hasil kegiatan IP4T, khususnya yang berasal dari kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah terbagi menjadi data yang akurat dan data yang belum akurat. Data yang akurat pada hakekatnya dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan pendaftaran tanah sehingga dapat mempercepat pelaksanaan pendaftaran tanah.
Selain itu, adanya data yang akurat juga dapat meningkatkan kepastian hukum dari suatu bidang tanah, sedangkan data yang belum akurat tidak dapat mempercepat dan meningkatkan jaminan kepastian hukum kegiatan pendaftaran tanah. Data dan informasi hasil inventarisasi yang lainnya digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pertanahan seperti untuk bahan pertimbangan dalam pengambilan suatu kebijakan. (maria)