Wagub Lampung: Jadi Pemimpin Jangan Pelit dan Kikir

LAMPUNG (DUTA LAMPUNG ONLINE) – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Hi.Bachtiar Basri menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Sungkay Marga Bunga Mayang, Lampung di Gedung Bagasraya, Bandar Lampung, Minggu (24/7/2016). 13620092_266933670344968_8557683729703340761_n
Dijelaskan Karo Humas dan Protokol Bayana, selain dihadiri Keluarga Besar Sungkay Marga Bunga Mayang, acara juga dihadiri Dang Gusti  Brigjen.Pol Dr. Ike Edwin (Perdana Menteri Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak) dan Bupati Lampung Utara Hi. Agung Ilmu Mangku Negara.
Dalam sambutannya, Wagub Bachtiar Basri gelar Suntan Setia Negara mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Sungkai Bunga Mayang untuk bersatu padu dan bekerja keras membangun Lampung. Ia juga mengingatkan tugas Bupati selaku tokoh sungkai. Yakni harus mampu berkomunikasi dan menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
“Buktikan bahwa pemimpin dapat memahami kehendak rakyat. Jangan saling sikut dan ingin pengakuan. Ambisi tidak akan menghantarkan kesuksesan bagi kita. Justru saling bantu dan gotong royong bersatu padulah yang akan membuat kita kuat. Jangan ‘Siut’ istilah Sungkai yang berarti pelit, atau dalam bahasa agama kikir,” ujarnya.13770350_266933637011638_6856669780770133237_nDitambahkan Kabag Humas Heriyansyah, Ketua Panitia Hi. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M gelar Suntan Tihang Marga menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi antar keluarga besar Sungkai Bunga Mayang khususnya, serta masyarakat Lampung umumnya.
“Kegiatan Halal Bihalal ini telah berlangsung selama 25 Tahun. Semoga ke depan kita bisa silaturahmi seperti ini di kabupaten kita sendiri, Sungkai Bungamayang,” harapnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Brigjend. DR. Ike Edwin mengatakan, apapun jabatan dan posisi masyarakat Lampung harus bangga dengan adat istiadat, kearipan lokal. Dari segi pakaian penampilan sikap harus menghormati menjunjung tinggi budaya Lampung.13709873_266933660344969_8574189958062662027_n
“Apalagi kita yang asli Suku Lampung, harus mewarisi serta mencintai Keragaman Adat Budaya Lampung. Kemudian soal Kebiasaan yang mesti kita rubah, pemahaman salah terhadap PIIL. PIIL harus kita laksanakan pada tempatnya,” ujar Ike Edwin.
Acara tersebut diisi berbagai kesenian Tari Kreasi, Tari Hanggum dan Persembahan Spesial yaitu Pembacaan Pisaan dari Seniman Sungkay Fath Syahbuddin, Tari Tabuh Kayu sebagai bentuk keragaman budaya Lampung yang berasal dari Kabupaten Lampung Utara. (rls/rsl)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *