*Upaya Petani Sendangasih Amankan Stok Pangan Melalui Gerdal Hama Tikus*

0
89

 

LAMPUNG TENGAH, (Duta Lampung Online) – petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Sendangagung Lampung Tengah, Tukul, sering kali menegaskan kepada seluruh Gapoktan dan Poktan di wilayah kerjanya bahwa ditengah pandemi Covid-19, petani dan penyuluh harus tetap bersinergi menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan. Hal ini disampaikan saat melakukan Gerakan pengendalian (Gerdal) hama tikus di area persawahan Dusun 1dan 9 Kampung Sendangasih Kecamatan Sendangagung Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (24/3/2021).

Memasuki musim panen tahun ini, petani di Kelompok Tani (Poktan) Setia Karya Kampung Sendangasih merasa khawatir mendapat serangan hama tikus yang sudah nampak dibeberapa sawah milik petani.

“Beberapa upaya telah dilakukan oleh Poktan Setia Karya, tetapi tikus masih menyerang tanaman dan berkembang biak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan ditemukan ratusan lubang produktif disepanjang saluran irigasi dan pematang sawah milik petani”, kata Sujirin, Ketua Poktan Setia Karya.

Menurut Tukul, selaku petugas POPT Sendangagung menegaskan agar segera melakukan tindakan untuk mengendalikan serangan hama tikus pada tanaman padi milik petani. Kegiatan Gerdal hama tikus kali ini melalui teknis pengasapan yang mengandung belerang berbentuk mercon atau petasan.

Gerdal hama tikus dilakukan bekerjasama dengan Penyuluh Pertanian, petugas POPT, Petugas Regu Pengendali Hama (RPH), aparat kampung dan seluruh anggota Poktan Setia Karya.

Pengendalian hama tikus ini melibatkan puluhan orang petani pemilik lahan yang kebetulan digunakan sebagai sarang hama tikus.

“Kegiatan seperti ini wajib dilakukan untuk menekan populasi tikus, sehingga bisa mengamankan tanaman dan produktivitas”, kata Tukul.

Lebih jauh Tukul menjelaskan, caranya sebelum dilakukan pengasapan harus mencari lubang tikus terlebih dahulu, setelah lubang tikus aktif ditemukan selanjutnya petasan anti tikus disulut sumbunya layaknya menyulut petasan kemudian dimasukkan ke dalam sarang tikus dan menutup semua lubang yang bisa mengakses keluar masuknya tikus. Petasan akan meledak yang mengeluarkan asap berbau belerang yang cukup menyengat. Tikus didalam lubang dipastikan akan mati setelah sarang atau lubangnya diledakkan dengan petasan anti tikus.

Sementara itu, Untung Suharyono, selaku regu Pengendali Hama (RPH) Provinsi Lampung, mengatakan kegiatan Gerdal atau gropyok hama tikus seyogyanya harus dilakukan sebelum musim tanam baru. Karena menurutnya, tikus cara berkembang biak sangat produktif. Dalam setahun tikus betina biasanya beranak beberapa kali, masa kebuntingan tikus betina 21 hari dan mampu melahirkan 8 sampai 10 bayi tikus. Terus melakukan perkawinan kembali 24-28 jam setelah melahirkan, di daerah hangat perkawinannya mungkin sepanjang tahun.

Untung, mengemukakan bahwa pandemi Covid-19 mempengaruhi perekonomian, namun sektor pertanian harus semakin kokoh lantaran kerja sama petani didampingi penyuluh.

“Petani harus turun ke sawah, penyuluh harus turun kelapangan dan mendampingi petani. Dalam kondisi apapun, pangan tidak boleh bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Untuk itu, kita harus tanam dan memastikan produksi tidak berhenti”, tegas Untung.

Misiyono, salah satu anggota Poktan Setia Karya Sendangasih merasa senang dan berterimakasih atas dilakukannya Gerdal hama tikus tersebut. Dengan harapan mesti tanaman padi sawah di wilayah Poktannya sudah diserang tikus bmasih bisa dikendalikan dan dapat memanen padi sesuai harapan. *(Amin Ma’ruf)*