Unjuk Rasa di Kantor DPRD Provinsi Lampung Berakhir Damai

0
13

Bandar Lampung – Aksi unjuk rasa di Komplek DPRD Provinsi Lampung yang berakhir damai.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lampung (ALM) sejak sepekan lalu menyiapkan aksi yang rencana hingga pukul 16.00 WIB. Mereka bahkan ada yang datang dari luar Kota Bandar Lampung.

Pantauan saibumi.com, sekira pukul 15.43 Wib sebagian besar massa sudah membubarkan diri dari lokasi aksi yang berada di Jalan Wolter Mongonsidi, Kelurahan Pengajaran, Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung.

Ada beberapa tuntutan yang telah disampaikan para Mahasiswa dalam aksi ini diantaranya seperti menolak UU TPPKS, Kenaikan Harga BBM, Kelangkaan Minyak Goreng.

Gubernur Lampung pun sempat menghampiri para pendemo, dan menyampaikan sedikit tanggapan.

“Adik mahasiswa adalah anak bangsa, yang hadir untuk memajukan bangsa. Saya berharap mahasiswa dapat memberikan aspirasi sebagai anak bangsa, tanpa ada masalah. Apa yang diinginkan adik-adik, sampaikan kepada kami, saya akan menindaklanjuti,” ungkap Arinal.

Selain dari pada itu, sempat juga terjadi ketegangan saat para mahasiswa membuka paksa kawat berduri yang dipasang oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, enam mahasiswi ternatau pingsan  yang diduga akibat kelelahan dan kekurangan oksigen ketika melakukan aksi.

Data yang saibumi.com peroleh, keenam mahasiswi yang pingsan adalah: Sonya (19) dari Poltekkes, Sefia (18) dari Poltekkes, Erika (18) dari Poltekkes, Santi (20) dari KAMMI, serta Sifa (20) dari Poltekkes, Ayu Puji Lestari (19) dari UIN Raden Inten II.

Para mahasiswa/i yang pingsan itu dibawa langsung oleh PMI Lampung yang memang sudah siaga sedari pagi guna mengevakuasi para pengunjuk rasa yang membutuhkan pertolongan.

Dalam pelaksanaannya, PMI Lampung menerjunkan 19 personel dan dua ambulans.