Tuduhan Korupsi DD Pekon Marga Mulya Fitnah, Muzani : Saya Akan Lapor Balik

0
10

Tanggamus ( Duta Lampung Online)- Kepala Pekon (Kakon) Marga Mulya Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus, Muzani Akbar akan melaporkan balik onum Ketua Gapoktan  pekon setempat, ke Polres Tanggamus dan Kajari Tangamus terkait dugaan fitnah yang dituduhkan kepada dirinya yang telah mengkorupsi Dana Desa (DD) Tahun 2017-2018.

“Laporan seorang oknum Ketua Gapoktan yang melaporkannya ke sebuah LSM atas tuduhan tindak pidana korupsi. Sebab tuduhan yang ditujukan kepada saya itu tidak berdasar fakta dilapangan serta terkenan mengada-ada alias fitnah,”tegas Muzani saat mendatangi Kantor berita Pena Berlian Online, pada Minggu (8/9/2019), beserta jajaran perangkat desa .

Muzani menceritakan, laporan yang dilakukan oleh salah satu oknum Ketua Gapoktan pekon setempat kepada salah satu LSM diduga kuat sebagai pengalihan isu untuk menutupi borok  oknum ketua kelompok tersebut yang diduga telah menilep sejumlah bantuan pertanian mencapai ratusan juta rupiah.

“Apa bukan kebalik kalau melaporkan saya. Bukannya justru oknum ketua Gapoktan Muksono, yang baru-baru ini digugat oleh masyarakat atas dugaan penggelapan dana bantuan PUAP  Tahun 2014 seniali Rp100 juta. Bahkan Muksono dihapan masyarakat dan aparat pekon mengakui jika dana tersebut sudah habis olehnya dan minta untuk di ihlaskan,”kata Kepala Pekon.

Selain menggelapkan dana PUAP, Mukson juga diduga telah menggelapkan dana bantuan Lumbung Pangan Tahun 2019 sejumlah Rp60 juta yang diperuntukan untuk pembelian gabah seniali Rp24 juta dan sisanya sebesar Rp36 juta untuk pengauatan ekonomi produksi pekon setempat.

“Terungkapnya kasus tersebut saat pihak dinas pertanian turun kelapangan untuk melihat hasil gabah belian dari bantuan tersebut tidak ada. Awalnya Mukson sempat meminjam gabah milik warga untuk mengelabui petrugas namun justru dirinya kejebak sendiri oleh ulahnya,”kata Muzani.

Muzani mengatakan dirinya punnya bukti-bukti dugaan penggelapan dana PUAP dan dana bantuan lumbung pangan yang diduga telah digelapkan oleh Mukson.

“Saya bukan mengada-ngada, tidak seperti dirinya yang mennyebar fitnah kesana kemari. Semua masyarakat sudah tau semua jika oknum tersebut biang kegaduhan yang ada dipekon kami,”ungkap Muzani.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Pekon setempat, Nasirun juga membantah jika kepala pekonnya telah  melakukan tindak pidana korupsi Angaran Dana Desa (ADD),sejak Tahun 2017 s/d 2018 yang nilainya Miliaran rupiah.

“Laporkan Kakon kami yang diduga telah memanipulasi Anggara Pendapatan dan Belanja Pekon untuk memperkaya diri sendiri dengan melakukan penggelembungan dan pengeluaran fiktif serta tumpang tindih pengadaan itu tidak benar. Penggunaan dana desa sejak Tahun 2017-2018 berjalan lancar dan sesuai aturan yang berlaku. Saya sendiri sebagai sekretaris pekon punnya bukti-bukti RAB pengeluar tersebut dan telah direalisasikan sesuai hasil musyawarah serta ada bukti barang aset yang telah dibelanjakan,”kata Nasirun.
Halsenada juga dibantah oleh Bendahara Pekon setempat, Nanang Budiono. Nanang Budiono mengatakan jika pengadaan pelaksaan dan pengeluaran tidak sesuai dengan APB-Pekon. Begitu pula kegiatan serta tunjangan dan honor lainnya. yang dituduhkan terhadap kepala pekonnya tidak benar alias fitnah.
“Pengeluaran dana untuk perangkat berkali kali dan berbagai kegiatan serta pengadaan  tidak ada yang fiktif fiktif. Semua belanja pekon keluarmasuk keungan jelas dan bisa dibuktikan secara admionitrasi serta fisdiknya,” ujar Nanag.
Wahidin selaku Ketua Badan Hippun Pekon (BHP) setempat saat dimintai keterangan juga mennyayangkan pada pemberitaan yang beredar yang terkesan profokatif serta mengadu domba.
“Berita dengan hasil weawancara saja tidak sesuai. Saya merasa dirugikan pada pemberitaan tersebut, terlebih kepala pekon kami.  sepengetahuan saya mana ada dari pihak lapangan yang langsung mengecek pisik bangunan, kok dibilang anggaran fiktif,”keluh Wahidin.
Bahkan Wahidin juga menceritakan sejak Kepala Pekon dipimpin oleh Muzani, Pekon Marga Mulya Kecamatan Kelumbayan Barat maju dengan pesat terutama dibidang penmdidikan dan keamanan serta perekonomian tidak seperti sebelumnya.
“Bahkan saya bukan memuji mutu bangunan yang melibatkan dana desa di pekon kami jika dibilang paling bagus dibanding yang lainnya. Kalau tidak percaya silahkan dicek kelokasi,”Pungkas Wahidin. (Red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY