Tuai Polemik, Tower Minta Dibongkar

0
35

Jawa Tengah, (Duta Lampung Online) – Menara tower Telkomsel milik Rusdi, Desa Karangwotan yang terletak di RT 8/RW 2. Menjadi bahan perbincangan warga, sebab disimulasikan mulai korosi dan tidak dimanfaatkan. Hal ini menuai sengketa yang tak juga dirampungkan antara perusahaan pengelola dan pemiliknya, (14/6/2022).

Menara tower yang terletak di Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati , ini seperti berita sebelumnya telah disegel oleh pengadilan. Kini kondisinya sudah retak-retak memprihatinkan dan kaki besi korosi. Konstruksi ini tidak aktif selama lima Tahun lebih .

Selain itu menurut keterangan warga RT 8, kondisi kaki tower menjadi sarang ular, banyak ular berkeliaran yang menakutkan tetangga.

Keretakan dasar bangunan di dasar tower Karangwotan mulai terlihat bongkahan lubang dan retak, padahal tower ini mangkrak selesai dimanfaatkan.

Keberadaan Konstruksi instalasi jaringan dan tower, bangunan telah disegel oleh pengadilan yang semestinya didahului oleh langkah polisi dan Satpol PP Pati diminta mengecheck lantaran sama sekalipun mengantongi ijin, namun kadaluwarsa karena sengketa baik ITR sampai dengan PBG SLF (IMB).

Warga sekitar bangunan tower merasa khawatir jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, takut tower ambruk, warga mengharap agar tower dibongkar saja.

Beberapa warga Karangwotan yang tidak mau disebut namanya, menyaksikan sendiri kondisi memprihatinkan ini bahkan membahayakan, karena pondasi bangunan dalam kondisinya mulai rapuh, retak-retak dan masyarakat minta tower dibongkar karena membahayakan.

Kepala Satpol PP kab Pati Sugiyono dimintai untuk berembug dengan pemilik sebab saat di forum rembuk masyarakat sekitar bersama lembaga dan media, Senin (13/06/2022), menyampaikan kepada Pemkab Pati dan Satpol PP dapat bertindak sesuai dengan Perda Nomer 2 Tahun 2019, sifatnya adalah penindakan antisipasi atau pencegahan.

Setelah diteliti ada potensi pelanggaran Perda, Satpol bisa bergerak dengan lakukan penyegelan agar tidak operasional agar tidak menimbulkan potensi pelanggaran lagi, ditakutkan kalau roboh, masyarakat sekitar tower mulai resah dengan berdirinya posisi tower milik Rusdi .

“Selain tidak terawat, jika terjadi suatu kita menuntut siapa?” tanya Tomo.

“Mengenai bagaimana mekanismenya pembongkaran tower diperlukan kajian tahnis dan itu perlu berkomunikasi dengan para pihak termasuk OPD teknis bangunan.” kata Supriyanto.

Bambang Supriyono sebagai pengambil alih pemilik saat berada di Kantor Dinas DPMPTSP , saat ditemui mengatakan bahwa, izin ITR untuk tower di Wilayah Karangwotan sampai Senin, (13/06/2022) telah putusan dengan PT. Tower Telkomsel. (Sholihul)