TINGKAT KETELADANAN SEORANG KEPALA DESA PRUPUK SELATAN

0
143

Tegal, (Duta Lampung Online) -Hani Gunadi sosok seorang kepala desa Prupuk Selatan Kec.Margasari ,Kab Tegal. Koperaktif  sesalu dan suple kinerjanya dalam  memperhatikan setiap segi kehidupan masyarakat binaannya, tidaklah terlalu berlebihan jika yang bersangkutan sangatlah dekat sama massyarakat.

Kunjungan perdana kabiro Tegal dalam rangka pengenalankan media Duta-Pena sangatlah disambut antusias dan penuh persahabatan oleh Kepala Desa Hani Gunanto dan Perangkat- Perangkatnya  begitu pula dari Lembaga Desa Prupuk Selatan.

Satu jam kru Media Duta-Pena berbincang mengenai segala aspek pembangunan didesa Prupuk Selatan, diantaranya masalah bantuan subsidi pupuk, benih unggul antara lain; padi, jagung yang berbagai macam jenisnya.

Bahwa lahan pertanian milik petani di Desa Prupuk Selatan begitu cukup luas. Area Pertanian masih ada yang  belum digunakan secara maksimal, juga disinggung pula mengenai retribusi portal yang dialokasikan buat sarana dan prasarana  Ambulans gratis.

Izin membuka berbagai pertanyaan sering perkembangan amanah lingkungan di Desa Prupuk Selatan yang  plus minus 3 tahun di pimpin oleh Hani Gunanto.

Bahwa pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dengan komitmen mengikuti aturan pemerintah .

Semua pejabatnya sangat di siplin baik manajemen, administrasi sangat terbuka dgn adanya berbagai kelembagaan  terkait jumlah yang ada di Desa Prupuk Selatan ini.

Sumber pokok pertanianpun saat ini khususnya kebutuhan petani adalah irigasi. Persiapan di musim kemarau yang akan tiba, agar para petani tidak lagi mengeluh soal air untuk kelancaran irigasi. Hal ini sudah dipikirkan secara matang oleh Kepala Desa Hani Gunanto, juga sudah mengagendakan waktunya untuk pertemuan dengan Ketua Kelompok Tani (POKTAN) dan kelompok petaninya untuk Musyawarah di Pendopo balai desa guna membahas rencana adanya kebutuhan petani tentang sumber air yang beberapa titik segera di ajukan untuk menghadapi musim kemarau tiba .

“Karena sumber air adalah dari kali. Untuk air tersebut berat naik ke lahan sawah yang areanya di atas sisi kali. Wacana dan Pengembangan yang seharusnya segera di laksanakan saat ini ada kendala. Maka kepala desa menghendaki bahwa penyedotan air itu harus pakai mesin Diesel PK besar, itupun hanya untuk 60 % para petani dapat mengairi sawahnya untuk memudahkan, nantinya akan diberi jadwal dalam mengairi sawahnya.” tuturnya. (Sunarto)