Telan Dana Rp30 Miliar, Rusunawa di Pringsewu Mangkrak

0
78
Rusunawa bantuan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PuPera) di Pringsewu yang tak kunjung berpenghuni. | tabikpun

Pringsewu (Duta Lampung Online) – Meski pembangunan telah selesai dan fasilitas telah dilengkapi, namun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bantuan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PuPera) tahun 2016 tak kunjung berpenghuni.

Hal ini sangat disayangkan mengingat pembangunan Rusunawa ini menelan anggaran hingga Rp 30 miliar. Gedung 5 lantai dengan 120 kamar yang berada di komplek perkantoran Pemkab Pringsewu ini diperuntukkan ASN yang sudah berkeluarga namun belum memiliki tempat tinggal.

Namun, hingga kini belum ada kejelasan dari Pemkab Pringsewu siapa yang akan menempati Rusunawa ini. Berbagai fasilitas telah siap di Rusunawa yang rampung dibangun pada 2017 ini. Seperti kasur, lemari, dan meja, namun hingga kini belum dipergunakan.

Warga sekitar pun menyayangkan bangunan tersebut hingga kini belum juga ada yang menempati. Tak sedikit yang menganggap pembangunan Rusunawa itu hanya buang-buang anggaran.

“Kalau gedung Rusunawa tidak ada kejelasannya kapan mau ditempati jadi terkesan hambur-hamburkan uang. Kok bisa begitu kenapa coba, bagaimana dengan perencanaan awalnya,” ucap Wanto sebagaimana dilansir dari tabikpun.com.

Akibat terlalu lama kosong, tak sedikit warga yang kerap mendengar suara aneh saat melintasi Rusunawa. ”Dibangunan Rusunawa ada suara aneh, bangunan sebagus itu kenapa dibiarkan tanpa penghuni, amat disayangkan apabila rusunawa di jadikan rumah hantu,” kata Iman.

Senada diutarakan Suyudi salah satu tokoh masyarakat sekitar. Seharusnya pemerintah setempat bisa tegas terkait Rusunawa itu dapat ditempati oleh siapa, sehingga tidak terbengkalai menjadi seperti sarang hantu seperti saat ini.

“Pemkab seharusnya mengambil sikap tegas, bagunan itu untuk siapa. Sudah lama berdiri tapi nggak dihuni, kalau memang peruntukannya buat rumah tinggal, kenapa dibiarkan saja, lantas siapa yang merawat. Sayang jika lama kelamaan tak dirawat bangunanya jelek dan rusak itu dana rakyat,” tegasnya, Senin (6/8/2018).

Wakil Bupati DR Fauzi dikonfirmasi terkait mangkraknya Rusunawa pun berharap Rusunawa dapat segera dihuni. ”Rencananya akan berkomunikasi dengan instansi terkait serah terima dan pemanfaatan Rusunawa. Mudah-mudahan sesegera mungkin ditempati,” ungkap Fauzi.
Ia menerangkan, selain PNS bergolongan rendah, Rusunawa juga akan ditempati tenaga kontrak. “Jadi bisa juga ditempati yang lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, rusunawa memang sudah selesai tahun lalu, namun belum bisa ditempati karena ada beberapa yang belum terpenuhi. Kendala saat ini hanya tinggal nunggu waktu. ”Segera mungkin akan segera ditempati,” tutupnya. (tabikpun)