Tekan Angka Kematian Balita dan Ibu Melahirkan, Diskes Lamtim Sosialisasikan SRS

0
108

Lampung Timur (Duta Lampung Online)–Guna memperoleh data estimasi engka kelahiran dan kematian, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur melakukan Sistem Registrasi Sampel (SRS). Kegiatan ini melibatkan tim SRS Puskesmas Pekalongan dan Gantiwarno dan dihadiri para camat, serta seluruh kepala desa di Kecamatan Pekalongan, Sabtu, 21/07/2018.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur, Purwadi, SIP melalui Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan setempat Liana Atik, menerangkan SRS merupakan cara cepat untuk memperoleh data kelahiran dan kematian di suatu wilayah. Nantinya, kata dia, data tersebut sebagai dasar dalam menentukan dan membuat kebijakan untuk intervensi pembangunan di bidang kesehatan dalam rangka upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kecamatan pekalongan adalah daerah fokus sampling kegiatan SRS di Kabupaten Lampung Timur.  Dari kajian data kami sebelumnya, tahun 2016 terdapat 3 besar penyakit tertinggi penyebab kematian di kecamatan Pekalongan, yakni stroke, penyakit jantung, dan gangguan pada paru-paru,” terangnya.

Menurutnya kajian SRS penting karena data yang dihasilkan akan dijadikan dasar menentukan kebijakan dibidang kesehatan. “Kematian bukan hanya selesai dengan dikubur, tapi perlu ditelaah dan ditelusuri akar penyebab kematiannya. Dengan ini kita mengetahui penyebab kematian tertinggi di suatu daerah dan hal ini sebagai dasar arah prioritas pembangunan kesehatan kedepan,” imbuh Liana yang berperan sebagai penanggung jawab operasional  SRS di lamtim.

Kegiatan SRS di provinsi Lampung, lanjutnya, hanya mendapatkan 3 kabupaten sampling Lokus yaitu Lampung Timur, Lampung Utara dan Tanggamus. Sementara di kabupaten Lampung Timur jatuh di Pekalongan sebagai daerah sample penelitian kematian dan kelahiran pada kegiatan SRS.

Pada kesempatan itu pihaknya mengadakan pertemuan koordinasi dengan tim SRS kecamatan, lintas sektor terkait terutama camat dan seluruh kepala desa di kecamatan Pekalongan.

“Tujuan dari kegiatan ini agar lebih terintegrasi dengan sektor lain, sehingga pengambilan data kematian dan kelahiran serta kegiatan SRS dilokus Lampung Timur dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran dan tepat waktu,” paparnya.

Liana juga menerangkan terkait program Jampersal, yakni program jaminan persalinan bagi masyarakat miskin yang tidak memiliki kartu bpjs atau kartu jaminan apapun dan wajib dotolong secara gratis termasuk transport rujukan dan pulangnya gratis

“Jampersal adalah dana bantuan sosial kemasyarakatan. Seribu rupiahpun kami tidak mengambil keuntungan. Saya berani keras dan tegas dengan bidan-bidan itu karena seribu rupiahpun saya tidak mau motong. Bagi yang melanggar akan saya laporkan,” tegasnya.(Siti)