Tekab 308 Polres Balam Ciduk Pelaku Curat

0
73
( foto tersangka)

Bandar Lampung (DLO)- Petualangan dua tersangka perampasan kendaraan bermotor, dengan modus mengancam dan pura-pura kenal yang belakangan ini marak terjadi di Lampung akhirnya diungkap aparat kepolisian setempat.

Doni (21) warga Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung harus menahan rasa sakit, usai dihujam timah panas di kakinya. Selain itu, rekan Doni bernama Firzan (19) yang juga warga panjang turut diamankan tim khusus anti bandit (tekab) 308 Polresta Bandar Lampung, dan Polsek Panjang.

Informasi yang dihimpun JPNews, tersangka Doni telah dua bulan melakukan perampasan sepeda motor, dengan korban mencapai 10 kejadian. Ia beraksi bersama Firzan, dan Firman yang kini jadi DPO.

Firman yang sedang diburu aparat kepolisian, mengancam para korban dengan senjata tajam, dan juga sok pura-pura kenal dengan korbannya, sedangkan Firzan membantu memantau kondisi lapangan.

Aksi mereka dilakukan di dua titik, yakni sepanjang Jalan Soekarno Hatta By Pass, dan jalan Ir. Sutami.

“Saya diajak sama Firman sudah dua bulan dulunya teman kecil, saya yang rampas motor, hp dan dompet korban. Lalu Firman yang mengancem korban pakai sajam,” ujar Doni di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis (14/12).

Pemuda pengangguran ini, menghabiskan hasil jarahannya untuk berfoya-foya dengan minuman keras. Segala urusan penjualan sepeda motor dan barang jarahan lainnya, dilakukan oleh Firman. Dia hanya mendapat pembagian yang tentatif, mulai dari Rp. 200-500 ribu. “Uangnya saya pakai mabok tuak,” katanya.

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo mengatakan, para pelaku didapati hendak beraksi di Jalan Soekarno Hatta, Kamis dini hari (14/12) pukul 01.30 WIB.

Ketika penankapan di kontrakan Firman di daerah Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Utara, Doni hendak melarikan diri dan terpaksa ditembak oleh petugas gabungan Polresta Bandar Lampung dan Polsek Panjang.

“Mereka ini biasanya beraksi bertiga pakai sepeda motor mepet korban, modusnya ngancam dan pura-pura kenal. Firman ini kita masih kejar dan infonya kabur ke Tangerang,” ujarnya.

Para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman minimal 7 tahun penjara. “Saya imbau masyarakat kalau lewat By Pass atau Sutami ada mencurigakan langsung kabur. Sambangi polsek terdekat, strong point kami juga siap berjaga,” kata mantan Kapolsek Tanjung Karang Barat itu (iqb)