Tarik Iuran Wali Murid SD Tlogorejo Bangun Pagar

0
60

Pati, (Duta Lampung Online) – Selama sepekan SD Tlogorejo dalam kepemimpinan Anom S. mendapat sorotan beberapa kalangan terkait tidak transparan dalam pengelolaan BOS, dana DAK, dan pungutan ke masyarakat terkait pemagaran sekolah.

Tumor sumir itu, berawal awak media berkunjung disalah SDN 1 Tlogorejo Pati yang berada di Desa Tlogorejo Kecamatan Winong Pati untuk silahturahmi insan media sebagai sosial kontrol pada Rabu, (18/5/2022).

Dengan acara bersilaturahmi itu semula diterima baik oleh Kepala Sekolah SDN 01 Tlogorejo Winong yang berada di Desa Tlogorejo tersebut dan silaturohminya terjadilah bincang-bincang. Namun pembicaraan berakhir panas, sebab AS tersinggung dengan beberapa pertanyaan wartawan yang dianggap menyudutkannya

Dalam perbincangan tersebut Kepala Sekolah semula menyampaikan kegiatannya yang sedang dilaksanakan yakni pembuatan sebuah pagar yang berada dilingkungan sekolahan yang di bawahinya.

Anom S sebagai Kepala Sekolah mengatakan, “Bahwa dirinya berkoordinasi dengan ketua komite sebelum membangun pagar dan sudah meminta izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Pati dalam pembuatan pagar,” kata Kepsek.

“Selain itu saya sebagai Kepala Sekolah cuma mengetahui saja dan semua itu rencana Komite Sekolah serta semua itu sudah persetujuan dari semua,” tambahnya.

Sambung AS dalam bincangannya yang menantang media berdebat , beragumen klise, dan menganggap jika pungutan seperti itu sah “karena sudah beberapa kali mengajukan untuk mendapatkan DAK sudah dok tidak bisa, maka komite sekolah mempunyai ide memungut dana dari siswa,” tambah Anom.

Selang beberapa hari, seminggu kabar panas tersebut santer berkembang. Awak media Duta pena datang ke lokasi, baru mengeluarkan handphone lalu di kejar oleh P (65) , yang adalah mantan Perangkat Desa dan Komite Sekolah, intinya melarang media untuk memotret apalagi meliput pembangunan SD itu. Sempat bersitegang, P justru mengancam akan memanggil pemuda dan warga untuk menggebug wartawan, jika datang datang lagi ke Desa Tlogorejo terutama tentang Bantuan SD.

Selanjutnya media berkoordinasi dengan LSM gabungan dan melaporkan kasus arogansi Komite dan Kepala sekolah yang sangat tidak normatif dan kasar kepada Media .

Dalam waktu dekat tim investigasi akan datang kembali ke SD Tlogorejo ini, jika perlu dikawal yang berwajib untuk intermediasi dan dengan pendapat soal pertanggungjawaban DAK oleh Kepala Sekolah yang tidak jelas tersebut. (Sholihul)