Tapal Batas Dua Kecamatan Bangunrejo dan Padangratu. M.Saleh, S.Sos: Ini Hanya Simbolis

0
44

 

LAMPUNG TENGAH, (DLO) – Setelah melalui persengketaan puluhan tahun terkait tapal batas dua kecamatan yaitu Kecamatan Bangunrejo dan Kecamatan Padangratu Lampung Tengah akhirnya menemui titik terang dan selesai dengan cara mediasi di aula Kecamatan Bangunrejo, Senin (12/4/2021) lalu.

Pada rapat mediasi dihadiri tokoh-tokoh kampung dari kedua belah pihak yang berbatasan langsung yaitu Kampung Sendang Ayu dan Kampung Sidomulyo.

Kampung Sendang Ayu Kecamatan Padangratu menghadirkan para tokoh dan masyarakat yang dianggap paham dan mengetahui sejarah wilayah perbatasan diantaranya Bapak Bakmim dan Mbah Muhayan serta menghadirkan aparat kampung setempat Taslim dan jajarannya.

Demikian juga perwakilan dari Kampung Sidomulyo Kecamatan Bangunrejo yaitu Bapak Mari dan H. Sunardi dilengkapi Kepala Kampung Sidomulyo Supriono beserta aparat kampung lainnya.

Dari pihak pemerintah Kecamatan Bangunrejo hadir camat M. Saleh. S.Sos, dan Forkopimcam setempat. Sementara dari pihak pemerintah Kecamatan Padangratu juga hadir dari Forkopimcam.

Dari hasil mediasi didapat beberapa kesepakatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Setelah selesai proses mediasi, Masyarakat beserta Kakam dan Camat Bangunrejo langsung menuju lokasi tapal batas. M. Saleh, S.Sos, langsung membuat tanda perbatasan secara simbolis disaksikan oleh para tokoh dari dua wilayah yang bersangkutan.

“Ini hanya simbol, ini hanya batas Kecamatan Padangratu dan Kecamatan Bangunrejo yang kebetulan bergandengan dengan Kampung Sidomulyo dan Sendangayu”, ungkap Saleh.

Saleh juga menjelaskan bahwa tanda tugu batas bukan berarti merubah semuanya tapi hanya tapal batas kecamatan yang difasilitasi Kakam Sendangayu dan Kakam Sidomulyo.

Saleh berharap ke depan pada masanya Pemda Lampung Tengah akan mebangun tugu perbatasan yang lebih megah.

Camat M.Saleh, mewanti-wanti kejadian hari ini akan membuat kita semua sejuk. “Jangan menghasut, jangan memprovokasi dan memfitnah, seolah-olah ini maunya pak lurah. Ini sudah dibahas 30 tahun lalu”, tutupnya. (Amin Ma’ruf/Warno)