Sutono Mundur, Kherlani Calon Kuat Plt Sekretaris Provinsi

0
59
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG, (Duta Lampung Online) – Jabatan sekretaris provinsi (sekprov) kini kosong pascamundurnya Sutono yang maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Nama Kherlani yang kini menjabat sekretaris DPRD Lampung menjadi calon kuat sebagai pelaksanan tugas (Plt) Sekprov Lampung.

Dari sisi kepangkatan, kini Kherlani salah satu pejabat dengan pangkat tertinggi di lingkungan Pemprov Lampung. Walaupun ada juga kandidat yang berpeluang menduduki Plt Sekprov Lampung, yakni Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekprov Hery Suliyanto, dan Asisten Bidang Adminitrasi Umum Sekprov Hamartoni Ahadis.

Sumber Lampung Post di jajaran Pemprov menyebutkan ketiga nama pejabat itu memiliki pengalaman mumpuni memimpin aparatur sipil negara (ASN) dan membantu tugas-tugas gubernur. “Contohnya Kherlani pernah duduk sebagai Pj Bupati Lampung Selatan, Pj. Bupati Pesisir Barat, dan Dispenda Provinsi. Lalu Hery Suliyanto pernah kadis Pendidikan, dan Hamartoni kasat Polisi-PP,” kata seorang pejabat di Pemprov yang enggan disebutkan namanya itu saat diwawancarai Lampung Post, Senin (8/1/2018).

Terkait peresmian Plt tersebut, dia mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, penggatian Plt merupakan kewenangan Gubernur. Namun, pastinya Plt itu patut diisi pejabat eselon II sekelas kepala dinas, asisten, ataupun staf ahli. “Siapa yang akan ditunjuk Gubernur, sampai saat ini saya juga belum tahu, karena itu kan mutlak langsung dari Gubernur penunjukannya,” ujarnya.

Mendapatkan kabar itu, Hamartoni enggan memberi komentar. Hery Suliyanto juga turut enggan berkomentar banyak. Pasalnya, penunjukan jabatan itu merupakan hak gubernur. Senada, Kherlani mengatakan kini hanya fokus pada tugas yang didudukinya. “Saya sekarang hanya fokus menjalankan tugas,” ujarnya dilangsir dari lampost.co.

Sementara itu, bupati dan wali kota yang ikut kontestasi pesta demokrasi, dipastikan wakilnya secara otomatis menjadi Plt. Kecuali Tanggamus yang hingga kini tidak memiliki wakil bupati.

Menanggapi hal itu, Bupati Samsul Hadi mengatakan masalah pengisian Plt atau penjabat (Pj) bupati sepenuhnya wewenang Pemprov. “Soal itu, sepenuhnya wewenang provinsi,” katanya, Senin (8/1/2018). (lp/*/Ist)