Sulitnya Ungkap Korupsi Terstruktur dan Sistematis

HANGATNYA pemberitaan disejumlah surat kabar, tentang mafia proyek yang dilakukan oleh sejumlah oknum pejabat terkait setoran proyek atau sering disebut dengan pungutan liar (pungli), membuktikan jika negara kita masih jauh dari bersih dari perbuatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Kasus semacam itu memang sangat sulit untuk di basmi. Sebab perbuatan melawan hukum dengan memanfaatkan jabatan mencari keuntungan untuk memperkaya diri saat ini yang dialami negara kita sudah masuk pada titik terparah yang harus cepat ditangani oleh aparat penegak hukum hukum.

Seperti kita ketahui perbuatan korupsi di negara kita diduga sudah terstruktur, sistematis, dan masif. Terstruktur adalah kecurangan dilakukan oleh penyelenggara atau pejabat dalam struktur pemerintahan untuk melakukan korupsi secara berjamaah.

Sistematis, korupsi pada negara kita sudah tersistematis yang artinya, pelanggaran tersebut sudah dilakukan dengan perencanaan dan pengkoordinasian secara matang oleh sejumlah oknum pejabat serta kepala daerah.

Menurut saya, ada dua hal faktor korupsi yaitu, individu yang terkait dengan moralitas dan integitras. Selanjutnya adalah sistem karena sebaik apapun orang, kalau sistem yang berlaku adalah untuk memproduksi korupsi maka orang yang benar akan mudah tergelincir.

Saya masih ingat cerita kakek ku dulu saat hidup pada zaman kolonial Belanda, rakyat sangat menderita dan dibuat tidak berdaya oleh para penjajah. Jika ada permasalahan untuk mencari keadilan sangatlah sulit, sebab banyak juga oknum masyarakat kita yang sudah menjadi antek-antek belanda.

Kata kakekku dulu diadukan juga sia-sia, sebab ibarat kata mengadukan tuan dengan belanda, hal yang tidak mungkin. Sebab, Tuan itu adalah belanda, begitulah pribahasa kakekku.

Seperti beredar pemberitaan, seorang kepala daerah atau pemimpin berkoar-koar memerintahkan aparat penegak hukum untuk menindak para oknum pejabat bawahannya yang melakukan tindakan korupsi dan pungli atau sejenisnya melalui media masa maupun elektronik. Maaf bukan seuzon apa mungkin itu bisa terjadi ? Jika kondisi bangsa kita saat ini korupsi memang sudah, terstruktur, sistematis, dan masif.

Sudah menjadi rahasia umum, jika seorang kepala daerah atau pemimpin kebanyakan akan membela mati-matian jika lembaganya atau bawahannya tersandung korupsi dan masalah. Sebab tidak kemungkinan besar sejumlah kasus yang terjadi pada lembaga yang dipimpin melibatkan pemimpinnya.

Namun saya masih yakin jika di negara kita masih banyak ratu adil, pejabat yang bersih dan aparat penegak hukum yang berupaya berjuang untuk menegakan keadilan dan membela rakyat. Semoga permasalahan yang sedang kita alami saat ini bisa diatasi oleh pemimpin-pemimpin yang masih memiliki hati nurani dan berpihak dengan kebenaran..Semoga…! (*).


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *