Subdit Dirses Narkoba Bekuk Pengedar Sabu

0
131
( foto ist)

Bandar Lampung (DLO)- Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membekuk dua orang pengedar sabu yang diduga dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Way Hui, Lampung Selatan. Dari penangkapan tersebut petugas berhasil menyita sabu seberat 1,3 kg.

Mereka adalaah Zainal Arifin (37), warga Jalan Kimaja, Way halim, Bandar Lampung dan rekannya Winarto (39), warga jalan Ratu Dibalau, Gang Kancil, Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Seneng.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes M. Abrar Tuntalanai, mengatakan penangkapan keduanya bermula dari informasi masyarakat. Di mana, Zainal kerap mengedarkan dan mengambil narkoba.

Selanjutnya tim opsnal Subdit III, Selasa (12/12/2017) malam, mengikuti Zainal ke sejumlah titik mulai dari jalan Pangeran Antasari, menuju Way Kandis, hingga Gang PU, kemudian berhenti di jalan Palapa dekat UBL.

Hingga akhirnya pelaku singgah di jalan Mayor Supardi, Kecamatan Gedung Meneng yang diduga sebagai kontrakan tempatnya tinggal. “Dia ini sangat lihai, kami kejar selalu pergi, tapi anggota terus buntutin dia. Sampai kontrakannya langsung kita sergap. Awalnya sih ngaku nggak ada, kita periksa dibagasinya ada lima bungkus sabu paket sedang (500 gram),” kata Abrar.

Dari hasil pengembangan ternyata masih ada sabu yang disimpan di rumah rekannya yakni Winarto.

Kemudian kembali ditemukan barang bukti berupa 800 gram di dalam delapan bungkus plastik sedang. “Dari pengakuan Zainal, kan semua 1,3 kg rupanya semua total ada 2 kg, 700 gramnya sudah diedarkan sama dia,” jelasnya.

Abrar menjelaskan, Zainal mengedarkan barang haram tersebut berdasarkan perintah ML (napi lapas way hui). Di mana, Zainal mendapat fee dari ML sebesar Rp7,5 juta dari tiap satu kg sabu yang berhasil dijual. Namun penangkapan kali ini, dia belum sama sekali mendapatkan imbalan.

“Yang pertama 500 gram, dia dapat fee setengah dari Rp7,5 juta perjanjian dia sama ML, yang ini dia belum dapat, karena belum habis dijual,” terangnya. Abrar mengaku akan berkoordinasi dengan Lapas Way Hui guna memastikan, apakah benar ML merupakan napi lapas way hui.

Zainal, tambah Abrar, merupakan seorang residivis dan bebas pada tahun 2016 dengan perkara yang sama. “Kata Zainal, dirinya kenal ML saat berada dalam Lapas. Nanti kami konfrontir antara Zainal dengan ML, kita temukan muka keduanya, kenal nggak mereka,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka Zainal mengaku modus yang digunakan olehnya yakni selalu mendapat instruksi dari ML lewat sambungan telepon, dan diarahkan ke depan SMKN 4 Bandar Lampung, untuk mengambil sabu yang total awal beratnya mencapai 2 kg. Barang tersebut diedarkan di Bandar Lampung, seperti di Teluk Betung dan Panjang, yang memang marak tempat hiburan malam.

“Saya kenal sama ML di dalam lapas kerana sering nelpon. Jadi saya diperintahin ke depan SMK 4, nanti disitu udah ada barangnya geletak, terus saya ambil,” kata dia.

Zainal mengaju, sudah dua kali diminta oleh ML untuk mengambil sabu, yang diedarkan di Bumi Ruwai Jurai.Dari pengakuannya, transaksi pertama kali, ia mengambil sabu seberat 500 gram, yang sudah diedarkan.

“Waktu itu saya juga pernah ngambil, jadi udah dua kali sama ini, selalu satu arah, dia terus yang nelpon,” tukas dia. (iqb)