Singkong Varietas Unggul LPPNU Jadi Perhatian

0
0

 WAY KANAN, (Duta Lampung Online) – Kebun singkong varietas unggul jenis Manggu yang dibina oleh LPPNU Way Kanan mendapatkan perhatian dari Kementrian Pertanian Dirjen Ketahanan Pangan dan Prof Alexis dari negara Filipina yang meninjau ke kebun langsung .

Kebun singkong jenis varietas unggul Manggu yang dikembangkan oleh LPPNU melalui kelompok merupakan jenis singkong yang dapat menghasilkan lebih dari 100 ton / hektarnya, kebun singkong ini juga dikembangkan melalui cara pengembangan organik, dimana pupuk maupun obat yang digunakan secara alamiah dengan mengunakan pupuk organik dari kotoran hewan berupa kotoran dan air seni ternak.

Dalam meninjau kebun ini Ketua LPPNU Yoni Aliestiadi ditemani dengan para Pengurus dan Ketua Kelompok Tani ANISA.

Dihadapan para tamunya Ketua LPPNU Way Kanan mengatakan bahwa pengembangan singkong jenis varietas unggul Manggu merupakan terobosan yang dilakukan oleh MSI untuk peningkatan hasil panen yang lebih banyak dari tanaman singkong yang selama ini dikembangkan secara tradisional.

“Dari hari kehari lahan yang ada saat ini semakin sempit yang dikelola petani karena lahan tidaklah bertambah oleh karenanya inovasi pengembangan singkong jenis unggul ini adalah tepat untuk dikembangkan,“ jelas Yoni Aliestiadi .

Pengembangan singkong varietas unggul dikembangkan hanya sederhana saja dimana proses pengolahannya dilakukan dengan menggunakan pupuk organik dan obat dari kotoran air seni ternak petani, hasil yang akan didapat sangat luar biasa dalam satu hektarnya mencapai 70-150 ton /hektar, pernah dalam satu pohonnya dapat menghasilkan 28 kilogram, papar Yoni.

Prof Alexis dari Filipina merasa senang dapat melihat kebun singkong varitas unggul yang dikembangkan oleh LPPNU bersama kelompok tani ANISA, menurutnya varitas unggul yang ada ini sangat baik. Dinegaranya singkong setiap hektarnya hanya dapat menghasilkan tidak lebih dari 15 ton / hektar.
Melalui forum yang membina mereka Prof Alexis akan mencoba memberikan bantuan untuk petani yang ada di Way Kanan.

Sementara itu Sri Hartini dari Dirjen Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian menambahkan supaya Ketua LPPNU Way Kanan agar dapat memanfaatkan fasilitas bantuan yang diberikan oleh Kementerian Pertanian kepada kelompok tani singkong yang ada di kabupaten way Kanan.
Selain itu juga dia meminta kepada LPPNU Way Kanan dan jajarannya untuk dapat juga mengawasi bantuan yang diberikan Kementrian agar dapat tepat sasaran dan menjadikan kabupaten Way Kanan sebagai daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia..

Ditempat yang sama Ketua Kelompok ANISA, Suryani Heniowati mengharapkan agar pemerintah daerah dapat memperhatikan petani singkong melalui pelatihan seperti yang pernah dilakukan oleh LPPNU Kabupaten Way Kanan yang diketuai Yoni Aliestiadi. (Maria)