Sindiran ‘Jenglongan Sewu’ Sukses Menarik Perhatian, Pemprov Lampung Anggarkan Rp.10,8M

0
279
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG ( DLO) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, memastikan, perbaikan jalan di Desa Sekampung, Lampung Timur (Lamtim) dan Kabupaten Mesuji, yang menjadi viral di media sosial beberapa waktu lalu dengan julukan “Jenglongan Sewu” akan dilakukan secara bertahap.

Budhi menjelaskan, pada dasarnya perbaikan jalan memang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, namun karena terbatasnya anggaran pada tahun 2016 lalu, maka tahun ini diupayakan menjadi lebih tinggi.

“Kita mohon kepada masyarakat khususnya pengguna jalan dan seluruh masyarakat di Lampung untuk bersabar. Ini mencakup keseluruhan, Insya Allah bertahap kita lakukan perbaikan,” kata Budhi, saat ditemui di lingkungan Pemprov Lampung, Selasa (7/2).

Masih katanya, Pemprov Lampung telah mengalokasikan dana sebesar Rp10,8 miliar, untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Angka itu meliputi Rp 9 miliar untuk pembangunan dan Rp1,8 miliar untuk pemeliharaan. “Pada dasarnya ini akan disegerakan,” tukasnya.

Seperti kita ketahui dalam pemberitaan sebelumnya, prihatin akan buruknya kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Mesuji. Sejumlah pemuda setempat menggelar aksi sindiran yang ditujukan kepada pemerintah, baik pemerintah Provinsi Maupun kabupaten serta pusat.

Membawa sejumlah poster bertuliskan ajakan berwisata gratis yang mereka namai wisata “Jeglongan Sewu” dalam bahasa jawa artinya lubang seribu, aksi mereka menarik perhatian sejumlah pengguna jalan.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah pemuda dan pemudi yang di Desa Adi Luhur, Kecamatan Panca Jaya, Mesuji, Minggu siang (5/2/2017).

Birman, salah satu peserta aksi mengatakan, mereka sengaja melakukan kegiatan tersebut dan mengunggahnya di media sosial facebook karena prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Mesuji yang tidak pernah bagus.

“Ini bentuk keprihatinan kami. Kendati beberapa ruas jalan mulai diperbaiki dan diaspal tetapi hanya dalam hitungan hari sudah rusak kembali. Apalagi yang memang belum tersentuh pembangunan sama sekali kondisinya becek dan hancur jika musim hujan dan berdebu jika kemarau,” kata Birman kepada sejumlah awak media.

Dirinya bersama rekan-rekannya yang lain berharap apa yang mereka lakukan dapat menggugah dan mengetuk hati para pejabat yang berwenang untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan yang ada.

“Harapanya agar pemerintah yang berwenang benar-benar mau memperhatikan dan segera memperbaiki kondisi jalan di daerah kami,” ungkap tenaga honorer di sebuah sekolah itu.

Senada dikatakan Mira, gadis 19 tahun berparas ayu itu berharap pembangunan Kabupaten Mesuji bisa sejajar dengan kabupaten lain di Lampung.

“Kami juga kepengen jalan-jalan di daerah kami bisa bagus seperti di kabupaten lain. Pemerintah jangan hanya janji-janji saja waktu kampanye, tapi setelah terpilih lupa dengan janji-janjinya,” kata pelajar SMAN 1 Simpang Pematang itu.

Hal senada juga dilakukan oleh para pemuda dan pemudi yang ada di Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Sejumlah pemuda berfoto ditengah-tengah jalan yang berlubang seperti kubangan. Bahkan para pemuda menulis pesan sindiran yang ditujukan kepada Gubenur Lampung, Ridho Ficardo.

“Wisata gratis jeglongan 1000, Sekampung, Lampungtimur. Pak Gubenur kapan kesini,”tulis para pemuda dan Pemudi Lampungtimur, yang diunggah melalui akun fb nya, Antonio Nugroho pada Senen (6/2/2017). (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here