Sinabung, Sumut Meletus, Tiga Tewas Empat Kritis

0
240
Letusan Gunung Sinabung yang menimbulkan awan panas berbahaya.

Sumut (Dutalampung Online)-Alam kembali mengamuk. Kali ini tiga orang tewas dan empat lainnya kritis karena tersapu awan panas akibat letusan Gunung Sinabung, Sumatera Utara (Sumut), pada Sabtu (21/5) pukul 16.48 WIB.

Berdasar laporan BPBD Kabupaten Karo, tim search and rescue (SAR) gabungan telah mengevakuasi korban ke rumah sakit. Beberapa rumah di sekitar gunung juga terbakar akibat dilanda awan panas.

Korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, yang sedang melakukan aktivitas berkebun di ladangnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, pencarian korban lain akan dilanjutkan Minggu (22/5) pagi.

Desa Gamber, berada dalam radius empat kilometer dari puncak kawah Gunung Sinabung. Seharusnya daerah ini kosong karena merupakan zona merah. “Dalam arti semua warganya tidak boleh melakukan aktivitas. Sebagian besar warga Desa Gamber telah mengungsi sejak lama dan rencana akan direlokasi mandiri,” bebernya.seperti dilansir dari Radarlampung.co.id.

Masyarakat Gamber telah diberikan bantuan sewa lahan pertanian dan sewa rumah oleh pemerintah agar tidak melakukan aktivitas di zona merah. Namun, ada sebagian masyarakat yang tetap nekat.

Kepala BNPB Willem Rampangilei telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB segera ke Karo guna mendampingi BPBD Kabupaten Karo dalam penanganan darurat erupsi Gunung Sinabung.

Menurut Sutopo, pada Sabtu (21/5) terjadi awan panas guguran yang terjadi secara menerus pada pukul 14.28 WIB, 15.08 WIB, 16.39 WIB, dan 16.48 WIB. Awan panas ini mencapai 4,5 kilometer yang menjangkau Sungai Lao Borus ke arah barat.

Tinggi kolom abu vulkanik, hingga tiga ribu meter dan status gunung adalah awas. Potensi letusan masih tetap tinggi dan dapat terjadi kapan saja. Masyarakat juga dievakuasi ke lokasi aman. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

“Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. Untuk masyarakat di sekitar gunung dalam berbagai jarak juga tidak diperbolehkan mendekat seperti tujuh kilometer untuk sektor selatan-tenggara, enam kilometer untuk sektor tenggara-timur serta empat kilometer untuk sektor utara-timur laut,” katanya seperti dilansir antara. (net/ade)