Satu Bulan, Polres Pesawaran Amankan 24 Tersangka

0
54
Polres Pesawaran menggelar konferensi pers di halaman Mapolres, Selasa (31/7/2018).

Pesawaran (Duta Lampung Online) – Dalam kurun waktu satu bulan, Polres Kabupaten Pesawaran berhasil mengamankan 16 tersangka kasus narkoba, curas, pencabulan dan penggelapan dan 8 orang tersangka pelaku curat, curas, pencabulan dan penggelapan mobil.

Kapolres Pesawaran, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK mengatakan dari 16 tersangka kasus narkoba terdapat barang bukti yang berhasil diamankan yakni 138 gram narkoba jenis sabu dan 180 butir ekstasi.

Sedangkan untuk barangbukti dari pelaku curat,curas dan penggelapan, polres menyita satu unit kendaraan roda empat jenis Avanza, dua unit kendaraan roda dua, senpi serta uang tunai dan handphone.lanjut kapolres setempat

“Penangkapan para tersangka ini atas keberhasilan kinerja jajaran kami selama bulan Juli. Dari mereka ini ada salah satu tersangka, Paimin pelaku pencurian dan pemberatan di wilayah hukum Kedondong terpaksa kita tindak tegas ditempat karena melawan saat hendak dilakukan penangkapan,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolres, Selasa (31/7).

Untuk mengantisipasi, pencegahan adanya peredaran narkoba dan tidak pidana kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Pesawaran, pihaknya terus berupaya melakukan pengaman dan pencegahan dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat serta melalui poskamling di setiap pedukuhan/dusun setiap desanya.

“Bahkan bilamana diperlukan perlombaan tentang poskamling yang mampu menjadi sebuah keamanan dan kenyamanan warga pihaknya akan memberikan reywot atau penghargaan sebagai bentuk terima kasih,” imbuh AKBP Syaiful.

Menurutnya peredaran narkoba di Pesawaran ini bisa dibilang sudah merata. Ini bukan hanya tugas pihak kepolisian saja, melainkan butuh peran aktif dari masyakat juga. Karena resikonya pun sangat berpengaruh para pemuda sebagai generasi bangsa juga pelaku kejahatan pun bisa meningkat.

“Makanya untuk mengatisipasi ini butuh peran kita semua, bagaimana mencegahnya, paling tidak saling mengingatkan sesama masyarakat yang tahu sebab dan akibat pemakai dan pengedar narkoba serta tindakan lain yang melanggar hukum sehingga dapat merugikan orang lain terlebih diri sendiri,” pungkasnya. (wandi)