Saksikan Penutupan Asian Games ke-18, Ini Kata Jendral Ike Edwin

0
51
Irjen Pol. DR. Ike Edwin saat menghadiri Closing ceremony yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018), malam.

JAKARTA ( Duta Lampung Online)-Closing ceremony yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018), malam, menandai berakhirnya Asian Games ke-18 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus lalu, namun acara tersebut meninggalkan kesan yang mendalam bagi Irjen Pol. DR. Ike Edwin dan Putranya, Muhammad Gusti Saibathin Ike Edwin.

“Luar biasa, teryata Indonesia adalah negara besar dan kuat serta bermar tabat. Terbukti dunia mengakui suksesnya peyelenggaraan Asian Games ke-18 di ondonesia,”ujar Dang Ike Edwin panggilan akrab Irjen Pol. DR. Ike Edwin, saat dihubungi melalui via telponnnya pada Minggu ( 2/9/2018) malam.

Ike Edwin yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri mengatakan, Indonesia akan bangkit dan menjadi negara besar yang disegani oleh negara-negara lain. Ike Edwin juga berpesan kepada putranya Muhammad Gusti Saibathin atau sering disebut Kanjeng sebagai generasi penerus harus bisa menjaga kesuksesan dan kebesaran tersebut.

“Yang jelas sebagai orang tua saya berpesan pada generasi penerus khususnya putra saya Kanjeng harus mampu menjaga kesuksessan dan kebesaran yang telah dicapai bangsa serta pendahulu-pendahulu serta generasi muda sekarang ini,” kata Dang Ike seraya menyerukan “Hidup Indonesia hidup NKRI,”seru Dang Ike Edwin, mantan Kapolda Lampung.

Dia juga mengungkapkan sengaja jauh-jauh dari Lampung, beserta putranya ingin melihat secara langsung acara Closing ceremony yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Ike Edwin berharap, mudah-mudahan dengan kebangkitan dunia olahraga kita, Indonesia akan kuat dan negara yang tidak akan disepelekan oleh negara lain.

“Pancasila dan NKRI makin dipahami untuk kepentingan bersama, oleh bangsa dan masyarakat kita,”pungkas Perdana Menteri Panglima Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Lampung, yang pertama kali memviralkan salam Lampung Bermartabat ‘L’ yang saat ini sudah dikenal mendunia. (Agustiawan).