Ridho Ajak Gubenur se-Sumatera Pemengang Tongkat Estafet Pembangunan Nasional

0
149
Suasana Gala Dinner Rakor Gubernur se-Sumatra di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa malam (26/7).

Bandarlampung (Duta Lampung Online)-Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengajak Gubernur se-Sumatra menguatkan sinergitas dalam rangka menyiapkan Sumatra sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan nasional selanjutnya.13680570_1008766902564468_7073718525679056022_n

Dalam sambutannya Ridho mengatakan, keadaan Sumatra yang kian berkembang, baik SDM dan SDAnya diyakini mampu menjadi pemangku utama dalam pembangunan ekonomi nasional selanjutnya, setelah Pulau Jawa dinilainya sudah memasuki babak jenuh dalam beberapa tahun yang akan datang.

“Menguatkan sinergi diberbagai sisi, jangan sampai kita membangun masjid disamping masjid. Kordinasi dan sinergi sangat dibutuhkan untuk mencapai cita-cita kemajuan Sumatra dalam bingkai NKRI. Sumatra sudah harus dipersiapkan untuk mengambil alih tongkat estafet pembangunan Nasional selanjutanya.” Kata Ridho Ficardo, pada Sambutan Gala Dinner dan Pembukaan Rakor Gubernur se-Sumatra di Hotel Novotel, Bandar Lampung (26/7).

Dengan melangkah bersama, Ia meyakini secara vertikal akan mendapatkan dukungan pemerintah pusat dan secara horizontal akan memperkuat kesatuan Pemerintah Sumatra dalam menyiapkan Sumatra yang dicita-citakan.13754685_1008656359242189_2650404748305629679_n

Dia juga menjelaskan, jalan Tol Trans Sumatra yang pembangunannya terus dipercepat, menurutnya juga, harus bisa menjadi momentum dan batu lompatan untuk daerah-daerah di Sumatra lebih mengembangkan diri. Selain itu Backbone Infrastruktur bernama JTTS tersebut, harus bisa menjadi penyatu pembangunan Sumatra kedepan. Oleh karna itu, dampak JTTS terhadap daerah-daerah di Sumatra harus dibahas rinci dalam Rakor Gubernur se-Sumatra tahun ini.

Gubernur termuda se-Indonesia ini juga turut mengingatkan mengenai situasi Demografi Indonesia 5 tahun kedepan. Yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2020, dimana angkatan kerja atau usia produktif akan lebih banyak daripada usia non produktif. Artinya, momentum bagus untuk lompatan bila Sumatra dan Indonesia secara umum bisa menyiapkan lapangan kerja dan SDM berkualitas.13769366_1008766865897805_7049660496786246755_n

“Dalam waktu yang tidak lama lagi, Indonesia akan menikmati bonus demografi. Usia produktif kita akan lebih banyak, ini bisa menjadi bonus bila kita bisa menyiapkan SDM yang baik kedepan serta lapangan kerja yang layak.” Katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan yang turut hadir, Ia lebih menyoroti agar Pemerintah Daerah yang ada di Sumatra bisa mengambil bagian dalam upaya menanamkan ideoogi dan wawasan kebangsaan. Dinilainya, setelah reformasi Pemerintah daerah dan pusat sedikit lengah dan saling lempar tanggung jawab dalam upaya menamkan wawasan kebangsaan kepada masyarakat terutama generasi muda.

“Hasil riset Lemhanas, lima puluh sampai seratus tahun kedepan dalam era yang lebih terbuka generasi kita tidak memiliki wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang baik.” Ujarnya.13872925_1008767062564452_2548468386693697713_n

Zulkifli juga memuji Pemerintahan Lampung yang bergiat aktif terus bersinergi dengan daerah lain dan Pemerintah pusat, sehingga bisa menjadi contoh yang baik untuk kepala daerah yang lain.

“Tadi saya ngobrol dengan Wagub Sumbar, kita nilai Gubernur Lampung muda, pintar, dan pekerja keras. Cocok sekali.” Kata Zulkifli ditengah sambutannya.

Sementara itu, Sekertaris Jendral (Sekjen) Kementrian Dalam Negeri Yuswandi Temenggung juga mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Gubernur Ridho Ficardo dalam mengajak Gubernur se-Sumatra untuk menyongsong estafet pembangunan Indonesia kedepan.

“Kami mengapresiaai upaya-upaya yang digagas Gubernur menjadikan Sumatra sebagai salah satu kontributor tertinggi pembangunan.” Kata Yuswandi.

Yuswandi juga mengajak agar para Gubernur di Sumatra bisa memitigasi secara serius arah pembangunan dan ekonomi sumatra kedepan. Salah satunya ialah Dampak JTTS yang menurut perhitungan bisa menaikan pertumbuhan hingga 0,6 persen bahkan dinilainya suatu daerah bisa penetrasi lebih jauh bila mampu mempersiapkan dengan matang dan memitigasi dampak JTTS sejak sekarang. (Uli Ma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here