Revolusi Mental Pembangunan Pertanian dan Penyuluh

0
11
Revolusi Mental Pembangunan Pertanian dan Penyuluh

Duta Lampung Online (DLO) – Merupakan tradisi nenek moyang kita, sebelum bertanam padi mereka mengadakan rembug untuk membicarakan kapan waktu tanam padi yang tepat, varietas apa yang akan ditanam biasa disebut “Pranata Mangsa”. Pertemuan ini dipimpin oleh sesepuh/kokolot dan keputusan yang  disepakati adalah untuk dilaksanakan.

Ketetapan pranata mangsa akan berbeda-beda satu daerah dengan daerah lainnya. Di antaranya ditentukan pertama oleh jenis lahannya, seperti apakah lahan sawah irigasi atau lahan tadah hujan. Kedua,  varietas padi yang ditanam, misalnya apakah umur pendek atau umur panjang.

Kearifan lokal tersebut tampak seperti kuno, kolot dan ketinggalan zaman, akan tetapi kearifan lokal tersebut merupakan “faktor esensial”/ faktor penting dalam upaya peningkatan produksi padi dan dalam peningkatan pendapatan petani, seperti dilansir dari Sinar Tani, Selasa (24/5).

Penentuan waktu panen yang tepat haruslah memperhitungkan kondisi hujan dan kesediaan sinar matahari. Hujan mempengaruhi jumlah air yang tersedia untuk pengairan tanaman padi. Sedangkan sinar matahari diperlukan tanaman padi untuk asimilasi dan fotosintesa. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tanaman dan produksi padi. Oleh: Dr. Ir. Soemitro Arintadisastra MEd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here