Ramaklandungan Terapkan PHBS

0
193
Ramaklandungan Terapkan PHBS (Foto Istimewa)

Lampung Tengah (DLO)–Masyarakat Kampung Ramaklandungan, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah mulai menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pembinaan ini terus dilakukan Tim Penggerak PKK Lamteng.

Menurut Ketua TP PKK Lamteng Nessy Kalvia Mustafa, pemerintah daerah mendukung program pembangunan kesehatan nasional. Program itu berkaitan dengan 10 program pokok PKK. Terutama program ke-7, 9, dan 10. Yakni kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat.

“Hal ini telah dilakukan secara nyata di Kampung Ramaklandungan. Upaya bersama ini untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, posyandu, PHBS, Lingkungan Bersih Sehat (LBS), serta tanaman obat keluarga (toga),” jelasnya.

Supaya berperilaku hidup bersih dan sehat, Nessy mengatakan, dibutuhkan kesadaran seseorang atau keluarga. Yaitu dengan berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakat. Caranya punya kesadaran mengubah perilaku yang tadinya tidak sehat menjadi sehat.

Menurut Nessy, ada 10 indikator PHBS di rumah tangga. Yakni persalinan ditolong tenaga kesehatan, memberi bayi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, serta menggunakan jamban sehat.

“Kemundian memberantas jentik nyamuk seminggu sekali, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, serta tidak merokok dalam ruangan,” paparnya.

Sarana dan prasarana kesehatan di Kampung Ramaklandungan, Nessy melanjutkan, ada 1 poskesdes, 4 posyandu, 1 BPS, 1 pos PHBS, 1 pos LBS, 1 posyandu lansia, 1 PSI, 1 unit ambulans, dan 1 bank darah.

“Eksistensi Pos PHBS sebagai wadah untuk masyarakat melakukan konseling 10 indikator PHBS,” ujar Nessy.

Dalam indiaktor PHBS, terang Nessy, Pemkab Lamteng terus berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Itu dilakukan dengan persalinan ditolong tenaga kesehatan dan pembentukan Kelas Ibu Hamil. Kelas ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu hamil.

Kemudian di Kampung Ramaklandungan, masih kata Nessy, dibentuk kelompok pendukung ASI eksklusif. Kelompok tersebut terdiri atas ibu-ibu menyusui mendukung ASI eksklusif enam bulan, dalam rangka Gerakan Sayang Ibu dan menyukseskan gerakan PHBS. Bahkan disediakan tempat menyusui di posyandu. Kegiatan itu juga mulai disosialisasikan kepada pasangan usia subur.

Selanjutnya penimbangan balita setiap bulan untuk memantau pertumbuhan balita. Penggunaan air bersih untuk keperluan sehari-hari melalui air sumur. Juga mencuci tangan dengan air bersih dan sabun agar tidak mengundan penyakit. Bahkan Kampung Ramaklandungan merupakan lokasi peringatan Gerakan Cuci Tangan Sedunia di Lamteng. Di sekolah-sekolah juga disedikan tempat cuci tangan.

Tidak hanya itu. Menurut Nessy, untuk menjaga lingungkan tetap bersih, digunakan jamban sehat. Penyuluhan penggunaan jamban sehat terus dilakukan. Pemeriksaan jentik nyamuk di setiap rumah secara berkala, juga dilakukan kader LBS/atau Jumantik.

Supaya tetap sehat, kata Nessy, dianjurkan makan sayur dan buah setiap hari. Selain itu dilakukan aktivitas fisik seperti senam lansia. “Juga gencar penyuluhan tentang perilaku tidak merokok kepada seluruh anggota keluarga dan tidak merokok dalam ruangan,” ungkapnya.

Guna mendukung terwujudnya PHBS di Kampung Ramaklandungan, disediakan Warung PHBS. Warung itu selain menyediakan kebutuhan gizi dan menyelaraskan makan sayur dan buah, juga sebagai sarana informasi kesehatan.

Dalam menunjang PHBS, imbuh Nessy, peran Saka Bakti Husada (SBH) melalui kemah bakti masyarakat di Kampung Ramaklandungan. “Juga pemanfaatan pekarangan untuk budi daya toga dan hasil olahannya,” pungkasnya. (*)

Sumber : TRANSLAMPUNG.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here