Proyek ” PSIEW” Tak Jelas Renggangkan Hubungan Dua Desa

0
46

Pati, (Duta Lampung Online) – 24/5/2022, Pembangunan rabat-betonisasi dua tapak di jalan Dukuh Janggelngan, Karangwotan, Puncakwangi yang lusa menuai pemutusan karena konflik batas jalan antara desa Karangwotan dan Kepohkencono Pucakwangi disinyalir karena belum terealisasi MOU batas pembangunan desa dan destinasi, sekalipun masyarakat bersyukur dengan pembangunan yang menyentuh ke Dukuh Janglengan. Namun sayang, terputus di Dukuh Dangklik-Bodeh, sekalipun begitu masyarakat masih resahkan persoalan bahwa urugan jalan dan lobang menganga, dibagian bagian tengah jalan itu belum sepenuhnya diselesaikan pihak Pemdes, apakah Kepohkencono ataukah Karangwotan sebagaimana yang tampak di lapangan.

Namun, atas kesadaran Warga dukuhan Jangglengan menurut keterangan KJ dan AS, mereka bersedia kerja bakti untuk mengurug bahu jalan bahkan tengah jalan tersebut dengan swadaya Jika ada kejelasan Kerjasama misalnya PSIEW.

Gundukan batu yang sebahagian belum rata (lihat. 13/5/2023). Selain itu sangat Prasarana jalan Dangklik menuju Jangglengan yang belum Menunjang adalah Jalan menuju ndangklik yang masuk wilayah desa Kepohkencono atau manding , sebab tak juga dikerjakan, sedangkan ke sebelah utara sudah masuk wilayah Desa Bodeh Puncakwangi.

Atas dugaan Tumpang tindihnya pembangunan jalan poros sawah menuju dan dari Bodeh sampai – ke Jangglengan yang adalah wilayah Karangwotan , memerlukan kerjasama yang baik dengan Pemdes Kepohkencono diperlukan Program koordinasi dan musyawarah antar Desa sebelah, sebelum Pembangunan Jalan dilaksanakan terutama menyangkut jalan yang dilewati Proyek tersebut.

Selain itu wilayah tersebut, yaitu sekitaran Jangglengan berdiri banyaknya centra perusahaan raksasa usaha peternakan ayam milik pengusaha lokal maupun luar yang terus merusak sarana dan ini memerlukan perhatian khusus pemerintah, baik teguran dan pengawasan karena menggunakan prasarana jalan desa, sedang yang menikmati hasil usaha dari mereka. Disamping itu dampak yang ditimbulkan di sekitar desa tersebut yang sangat perlu perhatian adalah akibat kerusakan yang terjadi sangat.

Jalan Bodeh-Dangklik itu mulai rusak tampak parah dan sangat perlu perhatian dari pemerintah desa karena sama sekali belum pernah tersentuh program pembangunan sama sekali .

Sedangkan, dalam inventarisasi disinyalir pembangunan talud dukuh jalan desa di Dukuh Dangklik, Kepihkencono berjalan tanpa ada papan informasi, padahal hal tersebut diwajibkan dari Kementrian untuk keterbukaan informasi Publik (14/5/2022), sebab dengan informasi itu masyarakat sendiri bisa mengetahui dan mengontrol sejauh mana pembangunan itu terserap dan dana dialokasikan .

Dihimbau Bapermades dan Inspektorat maupun lembaga yang berkaitan menghimbau hendaknya untuk segera menegur Pemdes Kepohkencono agar segera memberi papan informasi pembangunan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat gambar jalan Dangkil yang masuk wilayah Kepohkencono menuju Jangglengan yang adalah wilayah Karangwotan masih dalam keadaan rusak parah. (Sholihul)