Problematika Tilang Elektronik

0
20

Pati (Duta Lampung Online) – Dalam media sosial, seorang warganet Rimbawan, berkomentar jika itu plat palsu silahkan bagi yang tertilang dan tidak merasa itu motornya bisa membawa STNK dan motor aslinya ke satlantas untuk pelaporan, sesuai dengan pengalamannya kemarin seusai di tilang dan akhirnya bebas tilang. (3/7/2022)

Tapi jika surat salah alamat abaikan saja atau bisa kembalikan surat ke satlantas dan bilang bahwa tidak pernah memiliki motor tersebut maka nanti akan di proses ke kepolisian tapi plat nomor akan di bekukan.

“Karena kasus saya kemarin salah alamat tilang, jadi saya merasa tidak pernah punya motor tersebut bahkan tidak pernah melakukan transaksi jual beli motor tersebut, jadi surat tak kembalikan ke Satlantas di Jalan Ahmad Yani depan SMA 2 tepat Kantor Polres Pati. Katanya nanti akan langsung dapat di proses kepolisian dan plat nomor motor yang bersangkutan akan dibekukan,” ujarnya.

Bahkan banyak lagi komentar warganet lainnya, yang masih awam terkait tilang Etle itu, yang menandakan masih perlunya sosialisasi dari Satlantas Polres Pati kepada warga akan langkah-langkah apa saja yang harus mereka jalani dalam memverifikasi identitas kendaraan yang terkena Etle itu, baik secara langsung maupun media-media sosial.

Apalagi di zaman yang serba modern ini, banyak media-media masa yang di lengkapi dengan kecangihannya masing-masing untuk bisa membantu mensosialisasikan terkait tilang Etle.

Sementara itu, ‏Baur Tilang Sat Lantas (Satuan Lalu Lintas) Polres (Kepolisian Resort) Pati Aiptu Moch Riva’i., S.H., saat di konfirmasi memberikan pencerahan akan langkah yang harus dilakukan apabila pengendara Sepeda Motor (SPM) atau Kendaraan Bermotor (KBM) tercupter pelanggaran ETLE / MOBILE GOSIGAP;

1. Segera konfirmasi / datang ke kantor Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Ur Tilang Sat Lantas Polres Pati di Jl. A. Yani (depan SMA 2 Pati).

2. Apabila SPM tersebut sudah dijual ataupun No Pol dipalsukan (digandakan) yang bersangkutan Wajib / Tetap hadir dikantor Unit Gakkum Ur Tilang tidak hanya lewat WhatsApp (WA), apabila tidak hadir bisa diadakan pemblokiran.

3. Banyak No Pol yang digandakan / di palsukan. Sebagaimana menindaklanjuti dasar-dasar hukum atau landasan terkait UU tentang tilang Elektronik yakni;

1. UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik.

2.Pasal 5 ayat (1) “informasi elektronik dan/ atau dokumen Elektronik dan/ atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah”.

Pasal 5 ayat (2) “informasi elektronik dan/ atau dokumen Elektronik dan/ atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan perluasan alat bukti yang sah sesuai hukum acara yang berlaku di Indonesia. UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan jalan.

3. Pasal 249 (3) “kegiatan pusat kendali sistem informasi dan komunikasi Lalulintas dan Angkutan jalan sekurang-kurangnya meliputi; Butir D. Dukungan penegakan hukum dengan alat elektronik dan secara langsung”. Pasal 272 ayat (1) “Untuk mendukung penindakan pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan jalan dapat digunakan peralatan elektronik”.

Pasal 272 ayat (2) “hasil penggunaan peralatan elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan “.

Peraturan pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang “tatacara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan Penindakan pelanggar Lalu Lintas dan Angkutan jalan”.

4. Peraturan Kepolisian Nomor 7 tahun 2021 tentang “Registrasi dan Identifikasi Kendaraan bermotor”.

5. Azas Vicarius Liability ( Denda Sebagai bentuk pertanggungjawaban pengganti pidana/ kesalahan).

“Namun utamanya, saya mengajak kepada warga masyarakat agar selalu taat dan tertib dalam berlalu lintas agar tidak kena tilang Etle. Jika yang pernah terkena tilang Etle segera urus dengan cara datang ke kantor Gakkum Satlantas Polres Pati,” tandas Baur Tilang. (BaurTilang/Sholihul)