Polisi Sikat Pelaku Penyelundupan Solar

0
11

Pati, (Duta Lampung Online) – Direktorat Tipidter Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap perkara tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak jenis solar, yang disubsidi Pemerintah, terjadi sejak tahun 2021 sampai dengan sekarang, di wilayah hukum Pati, Jawa Tengah. Pelaku Terancam Pasal 55 Juncto Pasal 56 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana yang telah diubah Pasal 40 ayat 9 Undang-undang Nomor 11Tahun 2020, dengan ancaman pidana penjara enam tahun dan denda maksimal Rp. 60 milliar. (27/5/2022)

Press Release tersebut digelar di TKP PT. Raska Pradipta Energi, Jalan Juana-Jakenan, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan. Acara dihadiri langsung oleh Kabareskrim Agus Andrianto, DIT Tipidter, Kadiv Humaspolri, Kapolda Jateng, DM Pertamina Jawa Tengah, Bupati Pati dan Forkopinda, Kapolres Pati, beserta Dandim Pati.

Kronologis terungkapnya kasus ini, yaitu pada tanggal 18/5/2022, petugas berhasil menangkap sejumlah pelaku penyalahgunaan BBM solar subsidi di wilayah Kabupaten Pati Jateng.

Terdapat 3 TKP, diantaranya, TKP 1: Gudang di Jalan Pati-Gembong, Kelurahan Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah; Adapun TKP 2: Gudang di Jalan Juwana-Pucakwangi, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah; TKP 3: Mobil Isuzu Elf ditangkap di Jalan Juwana-Pucakwangi, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jateng.

Modus operandi yang dilakukan adalah menampung BBM jenis solar subsidi di gudang tempat penyimpanan yang diperoleh dari sejumlah SPBU, menggunakan kendaraan yang sudah dimodifikasi, kemudian dikirim dan dijual menggunakan mobil dengan jenis kendaran truk tangki warna biru putih bertuliskan “Solar Industri” dengan kapasitas 24.000 liter dan 16.000 liter. Para pelaku menjual BBM solar tersebut dengan harga di bawah harga solar industri Rp 10.000-Rp11.000 per liter. Sehingga keuntungan yang diperoleh diperkirakan sekitar Rp4.000 hingga Rp 5.000 per liter.

Dalam setiap harinya, perusahaan tersebut dapat mengangkut BBM solar sekitar 10.000 liter hingga 15.000 liter, dan kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2021. Tujuan penjualan kepada kapal nelayan, dan salah satunya ke Kapal Tangker PERMATA NUSANTARA V di Tanjung Priok yang mengangkut BBM solar sebanyak 499.000 liter. (24/5/2022)

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan dari TKP PATI diantaranya BBM solar total 25 ton, mobil tangki warna putih biru 3 unit, sejumlah toren penampung solar, 4 (empat) unit mobil yang dimodifikasi. Sedangkan dari TKP JAKARTA masih dalam proses police line dan pemeriksaan. (Sholihul)