Polisi Bandar Lampung Tangkap Pelaku Pembobol Ruko

0
180
Kapolsek Tanjungkarang Timur Kompol Edy Saputra (FOTO:ANTARA Lampung/Ist))

“…Kami berhasil menangkap tersangka Idris yang telah membobol ruko milik Evi yang memang sudah tidak terpakai,” kata Kompol Edy…”

BANDAR LAMPUNG – Duta Lampung Online (DLO) – Kepolisian Sektor Tanjungkarang Timur di Kota Bandarlampung menangkap Idris (31) pelaku pembobolan rumah toko (ruko) saat akan mengambil hasil barang jarahannya.

“Kami berhasil menangkap tersangka Idris yang telah membobol ruko milik Evi yang memang sudah tidak terpakai,” kata Kapolsek Tanjungkarang Timur Kompol Edy Saputra, di Bandarlampung, Selasa.

Tersangka ditangkap di rumahnya Jalan KH Mas Masyur Kelurahan Rawa Laut, dan diketahui bahwa Idris menjalankan aksinya bersama dengan dua pelaku lainnya, yakni AL dan RA, yang saat ini masih dalam pengejaran.

Penangkapan tersangka Idris itu berawal dari kecurigaan pemilik ruko yang melihat ada mobil Daihatsu Grand Max terparkir di sampingnya dan terlihat orang sedang mengambil sejumlah barang seperti 10 dus alat tulis, mesin air, keyboard komputer, dan empat unit CPU komputer.

“Karena curiga barang yang dibawa merupakan miliknya, korban pun melaporkannya ke polisi,” kata dia.

Petugas kepolisian yang datang langsung menginterogasi sopir mobil tersebut, dan menyatakan bahwa dirinya hanya disuruh oleh pelaku Idris untuk mengangkut barang tersebut.

“Sopirnya bilang disuruh oleh Idris untuk mengangkut barang itu,” kata dia lagi.

Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku Idris dan langsung melakukan penangkapan di rumahnya.

Tersangka pun mengakui bahwa barang tersebut merupakan hasil curian serta mengambil bersama dengan AL dan RA.

Berdasarkan pengakuan pelaku Idris bahwa cara masuk ke dalam ruko itu, yakni dengan merusak pintu depan dan mengambil barangnya secara bertahap.

“Mereka memasukkan barang curian ke kardus dan mengumpulkannya di lantai atas, lalu menurunkannya lewat tangga. Hasil barang curian itu dikumpulkan di semak-semak tidak jauh dari ruko,” seperti dilansir antaralampung.com, katanya pula.

Menurut polisi, AL dan Idris merupakan residivis dalam kasus yang sama, untuk tersangka Idris adalah kasus pembobolan ruko tahun 2008 dan dihukum penjara selama sembilan bulan.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara selama tujuh tahun.

Tersangka Idris mengaku membutuhkan uang untuk membiayai kehidupan sehari-hari, apalagi di bulan Ramadan ini.

“Saya tidak punya pekerjaan tetap, makanya kembali melakukan hal yang sama,” kata dia lagi, (*).