Pimred Nurullah Mengutuk Aksi Kekerasan, Minta Polisi Tangkap Pelaku Penyerangan Wartawan

0
22

Sulawesi Selatan, (Duta Lampung Online) – Pimpinan Redaksi Media Pena Berlian Online dan Duta Lampung, M. Nurullah mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap Sholihul Hadi (Kepala Biro Pena Berlian, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah) yang berprofesi sebagai wartawan di kabupaten setempat, oleh Tompel (37) Warga Desa Karangkonang.

“Saya mengutuk keras aksi penganiayaan dan main hakim sendiri terhadap wartawan Pena Berlian yang diduga dilakukan oleh oknum pemuda Serutsadang, Winong yang tidak bertanggung jawab,” tegas, M. Nurullah RS, Pimpinan Redaksi Duta Lampung dan Duta Pena Berlian Online, Sabtu (11/6/2022)

Profesi jurnalis dilindungi Undang-undang, tidak bisa dilecehkan begitu saja. Kepolisian harus segera melakukan pemanggilan terhadap para pelaku yang melakukan Kekerasan terhadap Sholihul Hadi (Kepala Biro pena Berlian) Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Pimred Pena Berlian juga menyayangkan, dokter Puskesmas Winong, Pucakwangi, dr. Basuki yang enggan melakukan visum karena dianggap biasa dan hanya merasa dipukul atau luka dan cuma diberi resep dokter.

“Padahal saat saya konfirmasi wartawan saya, Sholihul Hadi mengaku batang hidung dan rahang patah serta cacat permanen, dengan bukti-bukti dikirim foto kemeja redaksi,” ungkap Nurullah.

Pimred Pena Berlian juga menyayangkan terhadap pelayanan Polsek Winong yang terkesan mengabaikan laporan wartawan, korban penganiayaan wartawan Pena Berlian.

“Apa lagi Sholihul Hadi ini notabenenya seorang wartawan. Ini sudah bentuk kriminal terhadap seorang jurnalis. Bahkan korban yang dianiyaya oleh pelaku konon kabarnya bukan hannya satu orang,” ungkap Nurullah.

Lanjutnya, wartawan adalah elemen utama sebagai kontrol sosial, baik terhadap pemerintahan maupun masyarakat pada umumnya. Serangan terhadap pekerja pers atau wartawan ibarat serangan terhadap komponen pengawasan di sebuah institusi.

Penyerangan terhadap pers adalah kejahatan di atas kejahatan, yakni sebuah tindak pidana kejahatan yang dilakukan untuk memback-up kejahatan yang sedang dilakukan sang penyerang.

Sereya mengatakan, “Untuk itu, diharapkan kepada pihak kepolisian baik Polsek Winong atau Polres Pati agar segera menangkap dan mengamankan pelaku tindak kekerasan dan Penganiayaan yang menimpa korban,” pungkasnya.

Terpisah berdasarkan informasi dan keterangan yang dihimpun oleh tim media Pena Berlian dan Duta Lampung, penganiayaan dan percobaan pembunuhan yang dilakukan Tompel (37) Warga Desa Karangkonang Kepada Korban DS (42) menemui jalur buntu.

Kronologi kejadian berdasar keterangan saksi sumberharjo (52), Asih (67), Surisih (56), Sukiran (56), tetangga Korban, semula menyaksikan Tompel naik Ke pohon randu milik korban, lalu diingatkan oleh Korban agar turun dan tidak mengambilnya. Namun, pelaku berang menjatuhkan golok dan turun dari pohon lalu menganiaya korban selanjutnya mengancam dan akan membunuh korban.

Akibat penganiayaan tersebut berdasarkan keterangan korban, SH senderita luka serius di beberapa bagian wajah, pelipis, dahi, dan mata .

Mencuatnya pemberitaan seorang wartawan Duta-Pena yang dikeroyok dan dianiaya seorang Warga Karangkonang inisial Tompel disebuah laman Website, memang benar adanya,” terang Hartini.

Berdasarkan petunjuk, Hartini dari KUB Harum Taylor dalam membuat berita acara terhadap insiden pengeroyokan yang dialami SH salah seorang wartawan Duta-Pena, Kepolisian Polsek Winong dianggap diskriminatif dan tidak presisi.

Seiring dengan insiden yang menimpa SH, ED, KE (korban) pada Jumat, (10/06/2022) di Karangkonang, Kecamatan Winong, penganiayaan yang dilakukan oleh pemuda Serutsadang, Winong, menurut keterangan korban, ini perbuatan sangat tidak manusiawi.

Atas peristiwa ini Nurullah selaku Pimpinan Redaksi mengutuk keras tindakan kekerasan ini dan minta aparat penegak hukum segera usut tuntas. Agar wartawan di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah mendapat perlindungan hukum sesuai amanah UU Pers, ”Para pelaku telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam UU itu disebutkan dalam menjalankan profesinya, wartawan mendapatkan perlindungan hukum. (Heriyanto)