Pilkada Kota Bandarlampung “Ngeri-Ngeri Sedap”

0
155
M. Nurullah RS ( Pimpinan Umum/Redaksi)

PILKADA atau Pemilihan Kepala Daerah Kota Bandarlampung Nger-ngeri Sedap. Pasalnya pilkada kota setempat saat ini bukan hannya diikuti oleh calon dari partai saja, namun ada dua pasang calon yang maju lewat Independen. Namun yang satu yakni, pasangan Firmansyah sudah kandas dikaki lawan lebih dulu.

Tinggal satu lagi pasangan calon Independen yaitu, Ike Edwin-Zam Zanariah. Pasangan ini lain dari pada yang lain, sejak awal melakukan veri fikasi faktual ( Verfak) KTP yang dialkukan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU) sudah bannyak sekali rintangan.

 Bukan hanya lawan politik saja dugaan besar  ada aktor-aktor tak berseragam ikut ‘Mengerikan”. Tidak hanya itu, penyelenggara pemilu dalah hal ini KPU yang seyogyanya menjadi pemegang mandat konstitusi pemilu malah diduga  ikut bermain ngeri-ngeri sedap.

Bukan masalah KPU netral atau berpihak. Tetapi serangan yang menyerbu KPU memang sudah sepantasnya. Betapa tidak, kebijakan-kebijakan KPU dalam melakukan verfak terhadap salah satu pasangan calon Ike-Zam banyak yang dianggap publik tidak sesuai, sebut saja saat melakukan sidang pleno kota setempat pada waktu lalu. Berdasarkan data dan pengakuan dari pasangan calon Ike-Zam jumlah hasil verfak yang ada ditingkat kelurahan dan kecamatan sudah mengalami perubahan. Bannyak sekali verfak KTP yang semula memenuhi sarat hilang saat pleno kecamatan.

Sangat eronis memang, apalagi saat sidang lanjutan gugatan pasangan perseorangan Ike Edwin dan Zam Zanariah (Ike Zam) di kantor Bawaslu Bandar Lampung, ditunda. Karena KPU tidak bisa hadirkan saksi PPPK dan PPS. Hal ini secara tidak langsung sudah membuktikan jika ada ketidak beresan dari kinerja dari KPU dan Bawaslu.

Padahal keberadaan para saksi tersebut terkait bukti bukti dugaan kecurangan yang terstruktur sistematic dan masif telah terungkap dan di bongkar oleh pasangan perseorangan melalui rekaman video, foto dan data data yang sudah di sepakati dan di tanda tangani pihak Ppk dan Pps dan disaksikan tim LO dari pihak ike-zam seusai verifikasi faktual tingkat kelurahan.

Akibatnya agenda sidang molor dua jam darl waktu yang dijadwalkan yang seharusnya dimulai pukul 13.00 Wib dan sampai menjelang sholat Ashar KPU belum bisa menghadirkan saksi yang di minta IKE ZAM pada hari senin kemarin dan dipanggil melalui Majelis Hakim Bawaslu sampai hari ini juga tak kunjung datang. Akhirnya sidang diskors hingga jam 16.00 Wib.

Usai waktu skors, sidang kembali digelar. Namun lantaran pihak termohon atau KPU tidak juga bisa hadirkan para saksi yang diminta pemohon,maka majelis hakim memutuskan sidang ditunda hingga Rabu (9/8) besok.

Tertundanya sidang gugatan sengketa itu tentu saja mendapat protes dari pendukung IKE ZAM. “BAWASLU tidak ada ketegasan apakah semua takut untuk mendatangkan para saksi saksi dari PPS dan PPK apakah  takut terbongkar jangan jangan ada apa apanya ini entahlah hannya tuhan yang tau.

Bannyak kalangan dari pendukung pasangan calon Ike-Zam menduga-duga jika Bawaslu seperti tidak di hargai oleh KPU sampai sampai KPU tidak bisa menghadirkan saksi saksi dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim bawaslu, sidang ini butuh saksi hadir guna memberi keterangan hasil data yang jumlah 26,077 saat pleno kelurahan dan pada saat hasil pleno kecamatan dan kota hasil berubah kurang lebih menjadi 10,000.

Terkait oknum RT RW ASN Lurah dan Camat, menurut Dang Ike, yang terlibat dalam penghadangan atau menghalangi dan menakuti nakuti warga serta mengancam dengan alasan BLT dan PKH akan di cabut jika menghadiri dan mendukung verifikasi faktual dari pasangan perseorangan tersebut, pihak Ike Zam juga meminta KPU dan Bawaslu bisa dihadirkan pula dalam sidang agar bisa memberi keterangan, karena kecurangan yang diduga mengganjal laju Ike Zam pada kontestasi Pilkada Bandar Lampung sangat jelas terstruktur sistematic dan masif.

Dan demi tegaknya demokrasi, pasangan calon Ike-Zam yang juga mantan staf ahli kapolri bidang sosial politik tersebut, tak main main akan mempidanakan oknum oknum yang sudah mengintimidasi pihak tim dan warga yang di halangi dan di ancam ancam pada saat verfak berjalan.

Dalam wawancaranya dengan sejumlah awak media dang ike mengatakan akan siap bongkar dan ungkap semuanya agar seluruh rakyat indonesia khususnya lampung melihat dan tau. Betapa bobrok dan carut marutnya oknum oknum penyelenggara pilkada di kota bandar lampung, ini semua saya perjuangkan demi tegaknya demokrasi kedaulatan rakyat demokrasi yang baik, bersih, jujur dan transparan.

Nampaknya demokrasi Kota Bandarlampung semakin tidak bermutu  Pertanyaannya, siapa yang harus bertanggung jawab masalah ini. Karena ini terkait pemilu, maka Bawaslu menjadi penanggung jawab utamanya. Seolah Bawaslu tidak dihargai dan tidak ada keberanian untuk memutuskan untuk meloloskan pasangan calon Ike-Zam.

Sikap  KPU secara tidak langsung menjadi budak dari sejumlah oknum yang ingin mengambil keuntungan dari pilkada Kota Bandarlampung.   Bahwa seharusnya KPU tidak mendayung di antara dua karang, tetapi seharusnya KPU menunggu di pelabuhan. Saya memaknai sebagai KPU lah yang harus tegas memberikan aturan terhadap pasangan calon Ike-Zam, bukan malah menjadi tempat curhat pasangan calon lain atau oknum apalagi sebagai budak. Kalau mau menjadi pelayan, masyarakat menunggu untuk dilayani. Masalah ini saya namakan kengerian berikutnya.(*)

Penulis : M. Nurullah RS ( Pemimpin Umum/Redaksi).