Pilgub Lampung,Herman HN dan Ridho, Berada di Ujung Tanduk

0
677
( foto Ilustrasi)

Bandar Lampung(DLO)- Dinamika politik Lampung menjelang pilgub  2018 pada minggu pertama Oktober 2017 berlangsung sangat dinamis. Hal itu setelah pada Kamis, 4 Oktober 2017, terkuak fakta bahwa DPP PKB sejatinya mendukung Arinal Djunaidi. Padahal, sebelumnya santer tersiar kabar bahwa DPW PKB Lampung menyodorkan nama Musfafa.

Yang lumayan mengagetkan: ternyata surat penetapan Arinal Djunaidi sebagai jago PKB sudah diteken Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sejak Agustus 2017 sllam.

Dengan dukungan PKB, maka Arinal Djunaidi dipastikan bisa melenggang ke arena Pilgub Lampung 2018. Sementara itu, bagi Mustafa, kalaupun ia gagal meraih dukungan DPP PKB, ia masih bisa maju karena mendapatkan dukungan dari Partai Hanura. Kabarnya dukungan DPP Partai Hanura sudah pasti untuk Mustafa. Hanya saja, DPD Partai Hanura Lampung masih menunggu momen tepat untuk mengumumkannya.

Jika Partai Hanura benar mendukung Mustafa, maka Bupati Lampung Tengah itu punya tiket untuk maju Pilgub 2018. Sebab, itu berarti ia sudah didukung oleh tiga partai — Nasdem, PKS, dan Hanura — yang memiliki total 18 kursi di DPRD Lampung. Syarat untuk bisa mencalonkan diri sebagai Cagub Lampung pada Pilgub 2018 adalah didukung oleh partai atau gabungan partai dengan perolehan kursi di DPRD Lampung minimal 17.

Partai Hanura, meskipun jumlah kursinya di DPRD Lampung kecil, tetapi dalam Pilgub Lampung menjadi penentu. Mustafa mungkin akan gagal maju Pilgub jika semua partai di luar Nasdem dan PKS plus Hanura tidak mendukungnya.

Bagaimana dengan Herman HN? Walikota Bandarlampung posisinya paling rawan karena kebergantungannya kepada PDIP sangat besar. Sebab, ia tidak mendaftar di partai lain. Artinya, jika PDIP mendukung sosok lain maka Herman HN tidak bisa maju Pilgub Lampung lewat jalur partai.

Petahana Ridho Ficardo juga tidak kalah rawan. Ia bisa di ujung tanduk ketika Gerindra, PAN, dan PPP mendukung calon lain. Seandainya PPP mendukung Ridho — sedangkan Gerindra dan PAN memilih calon lain — Ridho tetap gagal maju Pilgub lewat partai.

Perolehan kursi partai-partai pada Pemilu 2014 lalu di DPRD Lampung adalah sebagai berikut: PDIP 17 kursi, Partai Demokrat 11 kursi, Golkar 10 kursi, PDIP 17 kursi, Gerindra 10 kursi, PKS 8 kursi, Nasdem 8 kursi, PAN 8 kursi, PKB 7 kursi, PPP 4 kursi, dan Hanura 2 kursi.

Yang sudah menetapkan dukungan untuk bakal caion gubernur adalah Nadesm (untuk Mustafa), PKS (Mustafa), Golkar (untuk Arinal Djunaidi), PKB (untuk Arinal Djunaidi), dan Partai Demokrat (Ridho Ficardo).

Sejak awal masa proses seleksi hingga awal Oktober 2017, kabarnya PPP cenderung mendukung Ridho Ficardo, Gerindra cenderung mendukung Arinal, sedangkan PDIP kabarnya kandidat terkuatnya adalah Herman HN dan Ridho Ficardo.

Ridho dan Herman akan sama-sama aman ketika PDIP memutuskan Ridho berpasangan dengan Herman. Dengan catatan: keduanya mau tidak mau harus mau. Jika tidak, maka salah satu di antara Herman atau Ridho akan ada yang gagal berlayar ke samudera Pilgub Lampung 2018 dengan perahu atau gabungan perahu partai.(Red)