Pilgub Lampung Akan Kah Menjadi Milik Perusahan-perusahan Besar Kembali

0
230
(foto Ils)

Bandar Lampung(DLO)- Sudah menjadi rahasia umum, bila perusahaan gulalah yang berhasil dan sukses mengantarkan M.Ridho Ficardo menjadi Gubernur Lampung tahun 2014 yang lalu. Dengan program wayang keliling di pelosok-pelosok Provinsi Lampung dan juga menghadirkan artis-artis ternama ibukota, banyak dana yang dihabiskan perusahaan tersebut hampir mencapai Rp 1.5 Triliun.

Sukses mengantarkan Ridho menjadi gubernur, lantas perusahaan pun mulai meminang Arinal Djunaidi menjadi bagian perhelatan pemilihan Gubernur Lampung yang dijagokan dari perusahaan. Tak tanggung-tanggung mantan sekdaprov ini disulap menjadi ketua DPD I Partai Golkar Lampung.

Mudah dipastikan, jika kehadiran Arinal diharapkan dapat mendampingi M.Ridho Ficardo sebagai Wakil Gubernur Lampung periode mendatang. Arinal pun disupport perusahaan melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan menaikan popularitas dan elektabilitas yang masih terhitung sangat rendah. Mulai dari senam yang mendatangkan artis ibukota hingga kegiatan-kegiatan keliling Kabupaten di Provinsi Lampung yang saat ini mulai intens dilakukan.

Lalu persoalannya apakah M.Ridho Ficardo mau disandingkan dengan Arinal? M.Ridho Ficardo sendiri dalam berbagai kesempatan selalu berucap jika dia akan berdampingan kembali dengan Bachtiar Basri. Dihimpun dari berbagai sumber, Ketua Demokrat Lampung ini sudah menetapkan harga mati berpasangan dengan Ketua DPW PAN Lampung yang saat ini dijabat Bachtiar Basri.

Lalu pertanyaan sederhananya apakah. M.Ridho Ficardo berani melawan instruksi perusahaan?? Bila Owner perusahaan sudah menetapkan Arinal yang dijagokan mereka, maka mau tidak mau  Ridho harus menggunakan Arinal sebagai wakil. Bila tidak, perusahaan tentu akan marah dan mencabut dukungan kepada Ridho serta  Arinal akan dipasangkan dengan calon yang mau dikontrak perusahaan tentunya dengan bakcup perusahaan.

Ridho sendiri menurut sumber internal siap melepaskan perusahaan dan sudah menyiapkan dana sekitar 200 Miliar dana pribadi bila tidak disupport perusahaan. Lalu muncul pertanyaan kemanakah suara perusahaan?? Dengan tetap mengkedepankan Arinal Djunaidi sebagai wakil perusahaan mulai melirik bakal calon selain Ridho. Pilihan pertama cukup mengejutkan karena jatuh pada nama Bachtiar. Namun belum ada sikap resmi dari Bachtiar.

Lalu pilihan kedua bisa saja Mustafa yang memang pernah cukup baik dengan perusahaan, kita tunggu keberanian sang juara pada pilkada Gubernur Lampung 2018( Rls/Rgm)