Pesawaran Target Jadi Kabupaten Layak Anak 2020

0
28
Bunda PAUD Pesawaran Nanda Indira Dendi menyapa anak-anak Bumi Andan Jejama dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional Kabupaten Pesawaran, Senin (29/7/2019).

PESAWARAN (Duta Lampung Online)– Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Pesawaran Na nda Indira Dendi ingin wilayah setempat mendapat predikat kabupaten layak anak.

Merujuk predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) 2019, hanya tujuh kabupaten/kota di Lampung mendapat predikat KLA.

Rinciannya, Bandar Lampung, Lampung Timur, Lampung Selatan, Metro, Way Kanan, Pringsewu, dan Lampung Tengah.

“Insya Allah, tahun depan (2020) sudah berjalan semua (indikator Kabupaten Layak Anak),” terang Indira kepada wartawan saat ditemui di acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Pesawaran di GSG Pemkab Pesawaran, Senin (29/7/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesawaran Binarti Bintang menambahkan, perlu perencanaan matang guna meraih predikt KLA. Pihaknya saat ini sedang membagi gugus tugas.

“Ke depan, sedang mempersiapkan sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, dan desa ramah anak. Sekolah ramah anak dalam waktu dekat akan dilaksanakan launching, sedang dalam persiapan,” jelasnya.

Binarti menyampaikan, ada beberapa desa di Pesawaran mempunyai tempat bermain layak anak. Seperti Desa Paguyuban Kecamatan Way Lima dan Desa Pujorahayu Kecamatan Negri Katon.

Sementara untuk Puskesmas ada sembilan dari 12 puskesmas memiliki tempat bermain layak anak.

Sebelumnya diberitakan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menargetkan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung sudah KLA.

Target Pemerintah Provinsi Lampung menjadi Provinsi Layak Anak (Provila) pada 2020 dapat tercapai.

Ia menilai, predikat Provila sejatinya bukan fokus utamannya, melainkan upaya pemenuhan hak anak yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

Perempuan akrab disapa Nunik berpesan agar pemenuhan hak anak ini dapat diwujudkan secara konkret.

Contohnya, mendirikan sekolah ramah anak. Bukan hanya dari tenaga pengajarnya yang diperhatikan, tapi mulai dari jajanannya harus sehat, lingkunganya sehat juga, demikian pula pola asuhnya.

“Perwujudan hak anak menjadi hal fundamental yang harus dilakukan bersama-sama”.

“Bukan hanya menjadi urusan instasi terkait, tapi juga seluruh pihak, mulai dari Bappeda, pendidikan, kesehatan hingga PUPR harus saling bersinergi,” tegasnya.

Kakon Gelar Deklarasi

Seluruh pekon dan sekolah se-Kabupaten Pringsewu ditargetkan menjadi Pekon Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak.

Guna menggapai target, kepala pekon dan kepala sekolah di Bumi Jejama Secancanan deklarasi dan penandatanganan komitmen Pekon Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak di sela-sela Upacara Hari Anak Nasional di lapangan Pemkab Pringsewu, Senin (29/7/2019)

Bupati Pringsewu Sujadi menerangkan, guna menghasilkan sumber daya manusia unggul di masa depan, upaya pembangunan anak harus mulai difokuskan sejak anak masih berada di dalam kandungan.

Misi lainnya adalah agar anak-anak kelak menjadi manusia berakhlak mulia, berbudi perkerti luhur, sehat jasmani dan rohani, berkarakter tangguh, tumbuh dan berkembang dengan baik.

Bupati Pringsewu juga mengharapkan Kementerian Agama dapat bekerjasama dengan Pemkab Pringsewu, agar tempat-tempat ibadah di wilayah setempat juga bisa menjadi tempat yang layak anak.

Termasuk perkantoran di lingkungan Pemkab Pringsewu dapat menjadi kantor yang layak anak.

Ia mencontohkan kantor Dinas P3AP2KB Kabupaten Pringsewu sementara ini bisa dijadikan percontohan sebagai sebagai sebuah kantor layak anak. (TL)