Penyebab Kejahatan, Kekerasan Dan Pelecehan Seksual Pada Kaum Perempuan Terus Berulang

0
0

Jakarta – Kasus kejahatan seksual terhadap perempuan kembali terjadi. Yang teranyar adalah, kasus pencabulan berujung pembunuhan siswi SMP, Yuyun oleh 14 remaja di Bengkulu.

Ketua Yayasan Gerakan Swara Perempuan Indonesia Linda Amaliasari Gumelar mengatakan, berulangnya kasus kekerasan seksual kepada perempuan, dinilai karena belum ada undang-undang yang kuat, untuk melindungi kaum perempuan.

Karena itu dia mendesak DPR segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang sudah masuk dalam Prolegnas 2016. Karena aturan-aturan yang ada sekarang ini, sudah tidak lagi bisa merespons isu kekerasan seksual.

“Kita titip pada legislator perempuan dan pada partai yang hadir di sini, agar undang-undang penghapusan kekerasan seksual bisa disahkan tahun ini,” ujar Linda, dalam diskusi publik Pilkada Serentak dan Keberpihakan Perempuan, di Slipi, Jakarta Barat,¬†Seperti di lansir dari liputan6 com, Rabu (4/5).

Menurut Linda, dengan banyaknya perempuan yang ada di posisi strategis dalam pengambilan kebijakan, baik di eksekutif maupun legislator, akan mempengaruhi lahirnya aturan yang melindungi perempuan dan anak.

“Kita harus menambah kuota, kita harus menambah wakil di pemerintahan, di parlemen, agar undang-undang, kebijakan, dan peraturan yang ada melindungi perempuan,” saran Linda Amaliasari Gumelar.

Pada kesempatan sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mendesak kepada para kepala daerah, agar membuat terobosan dalam melindungi kaum perempuan di daerahnya masing-masing.

“Perjuangan kita hari ini adalah menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan, saya tunggu para bupati dan pemimpin-pemimpin perempuan di daerah melakukan terobosan dan perubahan dari mereka,” ujar dia.

Pengaruh Pornografi

Faktor kejahatan seksual, menurut Yohana, di antaranya dipengaruhi banyaknya tontonan pornografi, Berpakaian tidak sewajarnya yang memamerkan aurat tubuh. Bebasnya anak-anak menggunakan perangkat teknologi, membuat mereka mudah mengakses situs, aplikasi, dan permainan yang berbau pornografi dan kekerasan.

“Dari sumber saya yang terpercaya, dalam satu hari saja 25.000 foto (pornografi) perempuan dan anak dari Indonesia diakses oleh pengguna internet,” kata Yohana, mencontohkan.

Yuyun, siswi 14 tahun di Bengkulu meninggal setelah dicabuli 14 anak baru gede alias ABG usai menenggak minuman keras. Setelah meninggal, jenazahnya dibuang ke jurang sedalam 5 meter.

Di antara para pelaku, adalah kakak kelas Yuyun di sekolah. Beberapa dari mereka juga diduga masih di bawah umur. (*).