Pemprov Lampung Kembali Fokus Akan Pembangunan Perpustakaan Modern

0
4
Bandar Lampung, (Duta Lampung Online) Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menegaskan Pemprov Lampung terus berkomitmen menjadikan perpustakaan di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Kedaton, Bandar Lampung sebagai Perpustakaan Modern.
Penegasan Sekdaprov ini sekaligus menepis isu adanya alih fungsi gedung calon perpustakaan modern tersebut menjadi mal.
“Jadi fungsinya tetap konsisten sebagai perpustakaan modern punya Provinsi Lampung yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung, yang fungsinya untuk membangun kreativitas, kecerdasan, dan lain-lain, tapi tetap perpustakaan,” ujar Fahrizal di Lobi Kantor Gubernur, Bandarlampung, Kamis (18/2).
Saat diwawancarai awak media, Fahrizal menjelaskan bahwa pembangunan perpustakaan modern didasari pemikiran yang sangat luhur. Agar Lampung memiliki kebanggaan dan fasilitas bagi masyarakat.
“Karena sekarang anak-anak muda, masyarakat sudah semakin cerdas. Tentu membutuhkan support, dimana support-nya itu dalam bentuk yang membangun pemikiran-pemikiran. Apa itu? Fasilitas pendidikan, perpustakaan, tempat membangun kreativitas, dan lain-lain,” jelas Fahrizal
Perpustakaan Modern ini, lanjut Fahrizal, sudah dibangun bertahap dimulai dari tahun 2018, tahun 2019. Tahun 2020 akan dilanjutkan tapi terkena refocusing anggaran sehingga 2020 tidak ada kegiatan.
“Dan tahun 2021 sekarang kita akan lanjutkan lagi,” lanjutnya
Pihaknya menilai gedung perpustakaan modern ini memang besar, dan jika dilihat dari luar gedungnya sudah nampak, namun di bagian dalam bangunan belum ada listrik, lift, AC, meubeler, dan lain-lain.
“Oleh karena itu belum bisa dipakai, namun tidak ada pemikiran untuk mengubah fungsi perpustakan tersebut untuk fungsi lainnya,” tegas Fahrizal.
Sekdaprov menuturkan pihaknya akan fokus membangun kontennya, yang isinya sebagai resources bagi anak-anak muda untuk membangun kreativitas.
“Jadi di situ ada fungsi perpustakaannya yang lengkap dengan fasilitas. Di situ ada ruang studio, ruang pamer, ruang teater, ruang diskusi, ruang workshop, fasilitas untuk ngopi, dan lainnya. Jadi di situ lengkap, dan fungsinya tetap perpustakaan modern. Tidak ada pemikiran dan tidak terbersit pemikiran untuk membuat mal,” ungkapnya.
Untuk tahun 2021, Sekdaprov menuturkan bahwa anggaran yang disiapkan sekitar Rp 5 miliar, dan mudah-mudahan tidak terkena refocusing.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Lampung Ade Utami menjelaskan bahwa masyarakat Lampung tetap akan memiliki perpustakaan modern yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung.
“Mudah-mudahan komitmen ini akan kita jaga, sampai terwujudnya betul-betul perpustakaan modern yang mewah, yang membanggakan masyarakat Lampung,” jelasnya.
Menurut Ade, Provinsi Lampung sebagai provinsi literasi di Indonesia. Diharapkan komitmen ini dari akan terwujud dengan baik.
“Adapun yang tadi ada isu alih fungsi sebagai mal itu sudah ditepis oleh Pak Sekda. Bahwa ini adalah tetap perpustakaan modern yang menjadi kebangaan masyarakat Provinsi Lampung,” tutupnya. (**)
Di Lansir Dari Halaman: kumparan.com