Pemkab Lampung Timur Targetkan Swasembada Kedelai Nasional

0
35
Panen raya di Kabupaten Lampung Timur.

SUKADANA (Duta Lampung Online) — Upaya meningkatkan produksi kedelai nasional terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Targetnya mencapai swasembada pada tahun 2020.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Litbang Pertanian Provinsi Lampung Muhammad Syakir, dalam rangkaian kegiatan “Pengembangan Teknologi Unggul Budidaya Kedelai pada Lahan Sawah Tadah Hujan (BIO-DETAS).

Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia yang besar (kini sekitar 252 juta jiwa) dan terus meningkat 1,4%/tahun, dibarengi dengan membaiknya tingkat pendapatan, pendidikan, serta kesadaran masyarakat atas pentingnya kesehatan, akan bermuara pada meningkatnya kebutuhan pangan dalam jumlah, ragam, maupun kualitasnya.

Berkenaan dengan Kemandirian pangan tersebut, Pemerintah Indonesia telah bertekad untuk meningkatkan produksi tujuh komoditas bahan pangan, yakni: beras, jagung, kedelai, gula, cabai, bawang merah, dan daging sapi, menjadi berswasembada.

“Bagi beras status swasembada kini telah tercapai, untuk jagung Insya Allah dalam tahun 2018 ini tergapai. Selanjutnya untuk yang lain, khususnya kedelai, pemerintah tak ingin berlama-lama lagi, dipercepat diupayakan pada tahun 2019/2020 status swasembada dapat dinikmati,” paparnya.

Kini dan ke depan lanjutnya, pembangunan pertanian nasional menghadapi aneka tantangan yang semakin berat dan kompleks, diantaranya adalah, lahan pertanian efektif menyusut, khususnya di Jawa, karena terdesak oleh dan berkompetisi dengan peruntukannya di luar sektor pertanian.

Perubahan iklim global yang secara keseluruhan berdampak pada meningkatnya gangguan poduksi pertanian oleh faktor biotik dan abiotik. Globasilasi masyarakat dunia berujung pada kompetisi dalam memasarkan produk pertanian, serta menurunnya minat generasi muda untuk mau dan menekuni usaha pertanian.

“Berkenaan dengan tantangan permasalahan itu semua, maka inovasi teknologi menjadi sangat penting dalam memproduksi pangan pada khususnya, serta pembangunan pertanian pada umumnya (Innovation based Agriculture Development). Inovasi yang dibutuhkan adalah yang mampu meningkatkan produksi yang berkualitas secara efisien, dan ramah lingkungan,” terangnya.(lps)