Pemkab Lampung Selatan Gelar Upacara Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana dan Hari Otonomi Daerah 2024

0
1

Lampung Selatan, (Duta Lampung Online) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar upacara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang disatukan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 Tahun 2024.

Upacara yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Thamrin, digelar di Lapangan Korpri Komplek Pemkab setempat, Jumat (26/4/2024).

Hadir juga perwakilan jajaran Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Selain itu, upacara diikuti personel Kodim 0421/LS, Polres Lampung Selatan, para ASN dan THLS serta Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Thamrin menyampaikan, bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah Tahun 2024 mengusung tema “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat”.

Thamrin menuturkan, tema itu memiliki makna untuk memperkokoh komitmen, tanggung jawab dan kesadaran jajaran aparatur pemerintah daerah, akan amanah serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam yang kita miliki bagi generasi mendatang.

“Melalui momen ini hendaknya dapat menjadi evaluasi dalam pemanfaatan potensi daerah. Agar apa yang menjadi kewenangan daerah dapat mendorong kemandirian daerah, sehingga otonomi daerah akan menciptakan kesejahteraan masyarakat,” kata Thamrin.

Lebih lanjut Thamrin menyampaikan, bahwa berdasarkan Buku Indeks Risiko Bencana Indonesia Tahun 2023 yang dirilis oleh BNPB, Kabupaten Lampung Selatan menempati urutan ke-4 yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi di Provinsi Lampung.

Terkait hal itu, Kabupaten Lampung Selatan termasuk zona merah. Selain ancaman bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami, pada saat musim hujan potensi bencana hidro meteorogi juga patut diwaspadai.

“Oleh karena itu, saya berharap dalam  momentum ini kita dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan kita sebagai masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana,” ujar Thamrin. (Nsy/Ws)