Pemberian Remisi Umum Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dalam Rangka Hari Kemerdekaan RI Ke-76

0
13

Pesisir barat, (Duta lampung Online) PemKab Pesisir Barat Mengikuti Acara Peberian Remisi Umum, bagi warga binaan permasyaraktan (WBP) Dalam Rangka Hari Kemerdekaan RI Ke-76 Melalui Zoom Meeting, Ruang Cukuh Tangkil, selasa, (17/08/021).

 

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Pesisir Barat A. Zulqoini Syarif, S.H, Forkopimda Lampung Barat dan Pesisir Barat, Plt. Kadis Kominfo serta pejabat lainnya.

Total sebanyak 134.430 narapidana menerima Remisi Umum (RU) pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Republik Indonesia.

Narapidana yang dapat menghirup udara bebas setelah menerima RU II, sebanyak 2.491,
Sedangkan 131.939 narapidana menerima pengurangan masa hukuman atau RU I yang besarannya bervariasi mulai dari 1-6 bulan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga menjelaskan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi pencapaian perbaikan diri pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Remisi merupakan wujud apresiasi terhadap pencapaian perbaikan diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari narapidana. Jika mereka tidak berperilaku baik, maka hak Remisi tidak akan diberikan

Remisi diberikan kepada seluruh narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada Register F, dan aktif mengikuti program pembinaan di Lapas, Rutan, atau LPKA.

Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP, Perubahan Pertama: PP No. 28 Tahun 2006, Perubahan Kedua: PP Nomor 99 Tahun 2012, Keputusan Presiden RI No. 174 /1999, serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. 3 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi kepada WBP.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly menegaskan bahwa pemberian Remisi bukan serta-merta kemudahan bagi WBP untuk cepat bebas, tetapi instrumen untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan motivasi diri dalam proses Reintegrasi Sosial serta melakukan internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh sebagai modal untuk kembali ke masyarakat.

Jadilah insan yang baik, hiduplah dalam tata nilai kemasyarakatan yang baik, taat aturan, berpartisipasi aktif dalam pembangunan untuk melanjutkan perjuangan hidup, kehidupan, dan penghidupan sebagai warga negara, anak bangsa, dan anggota masyarakat, pesannya.

*(jokson)