Pembebasan Lahan Irigasi Jabung Diduga Menyisakan Masalah

0
523

LAMPUNG TIMUR, (Duta Lampung) – Pembangunan mega proyek Saluran Irigasi Way Sekampung yang nantinya bakal mengairi ribuan hektar areal persawahan di Kecamatan Jabung, Kecamatan Labuhan Maringgai dan Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur yang didanai dari anggaran APBN tersebut ternyata masih menyisakan masalah dalam pembebasan lahannya.

Beberapa waktu lalu elemen masyarakat sempat menggelar orasi menyampaikan aspirasi ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan kantor Pemkab setempat dengan harapan Bupati Lamtim dapat memfasilitasi kelayakan gantirugi lahan yang telah ditentukan oleh Tim Apraisal dan dinilai merugikan warga pemilik lahan.

Salah seorang warga Desa Jabung Kecamatan Jabung, Muhidin buyut dari Hi. Saat (alm) yang mengaku ada bahagian tanah miliknya yang tergusur untuk pembangunan irigasi Way Sekampung, namun nilai ganti rugi lahan yang ditetapkan oleh Tim Apraisal dinilai tidak sesuai dengan harga kelayakan. Selain itu juga terdapat tumpang tindih data mengenai kepemilikan lahan.

Lebih lanjut, Muhidin mencontohkan bahwa lahan tersebut milik A akan tetapi pada saat pembayaran ganti rugi lahan ternyata yang menerima adalah B dengan mengatas-namakan si A. Oleh karena itu kami berharap supaya data pemilik lahan harus diteliti dan diperiksa ulang, jangan sampai ini terjadi tumpang tindih yang bakal menjadikan kegaduhan lagi di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Panji Darman warga desa yang sama, bahwa warga selama ini merasakan kekecewaan atas adanya pembangunan Saluran Irigasi Way Sekampung ini, dalam arti bukan kecewa dengan adanya pembangunan, akan tetapi mengecewakan dalam hal mekanisme pembayaran gantirugi lahan yang dinilai carut marut dan sepertinya ada unsur campu tangan mafia dalam hal ini, pungkasnya. (tim)