Pembangunan SMP Negeri 2 Lolowau Diduga Tidak Sesuai Juknis

0
13

Sumatera Utara (Duta Lampung Online) – SMP Negeri 2 Lolowau, yang berlokasi di Desa Lolomoyo, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, mendapatkan tambahan bangunan berupa ruang Laboratorium dan UKS dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh Pemerintah.

Pekerjaan ini didampingi oleh kejaksaan negeri Nias Selatan dan dilaksanakan oleh CV. LYN BIAOW PERDANA dengan nomor kontrak 420/13/PPK-DISDIK/DAK/KONTRAK/2022, dengan nilai kontrak sebesar Rp 839.187.847.88.- dalam jangka waktu 90 hari kalender.

Menurut keterangan dari beberapa masyarakat setempat, pembangunan ini sangat disayangkan karena pelaksanaannya tidak sesuai juknis.

“Papan proyek tidak dipasang, kemudian pemasangan fondasi banyak yang tidak sesuai, termasuk kedalaman galian dan ukuran pencampuran semen. Terlebih-lebih besi tiang bangunan bayak sekali yang disambung. Panjang sambungan besi tersebut antara 10 Cm, 20cm, 30 Cm,” Jelas seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada awak media melalui WA pribadinya disertai foto-foto yang dianggap penting. Rabu, (22/06/2022).

Berdasarkan informasi tersebu seorang awak media, langsung terjun ke lokasi dan mencoba konfirmasi kepada salah seorang kepala kerja atas nama Nardin Nehe. Pada Jumat, (24/06/2022).

“Yang paham akan hal itu adalah Kontraktornya. Saya hanya bekerja sebagai tukang saja” jawabnya.

“Saya juga anggota media LSM, sambil menunjukkan foto KTA yang diduga telah kadaluwarsa dari dalam dompetnya, lalu berkata Sudah banyak pengalaman di lapangan mengenai proyek, maka hal ini perlu saya persiapkan buat jaga-jaga sekaligus untuk perkenalan buat rekan-rekan wartawan,” jelas beliau.

Kemudian beliau menjawab telepon dari seseorang, sambil bergeser menjauh. Lalu melanjutkan pekerjaannya bersama pekerja lainnya.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya juga menerangkan bahwa, “Pencetakan batako dan perakitan besi bukan langsung di lokasi pembangunan. Namun, telah kian dibentuk dari sananya, lalu diangkut lewat truk sampai ke lokasi pembangunan,” ujarnya.

“Sungguh mengherankan, pekerjaan didampingi oleh kejaksaan negeri Nias Selatan dan mengeluarkan besarnya biaya. Akan tetapi pelaksanaannya tidak sesuai juknis di lapangan.” lanjutnya. (Abisama Halawa)