Pembangunan Gedung Sekolah SMPN 1 Pesisir Tengah Kab.pesibar di duga Amburadul Terkesan Asal Jadi saja.

Pesisir Barat, (Duta Lampung Online) — pembangunan gedung Baru Sekolah SMPN 1 Pesisir Tengah Krui, yang Di duga menghabiskan dana anggaran Yang sangat besar, namun sangat tidak sesuai dengan pisik bangunan yang tampak Amburadul. Diduga dalam pengerjaannya asal jadi saja, terlihat jelas dalam kunjungan Awak Media Duta Lampung ke lokasi sekolah, Sabtu (30/05/2021).

Tampak jelas di beberapa titik bagian terlihat keramik Lantai banyak yang pecah, retak dan gompal, tampak juga bagian sirif depan yang bewarna biru terlihat jelas beberapa bagian sudah retak dan patah, sungguh ironis bangunan baru tampak seperti bangunan usang yang sudah lama tidak terawat, padahal Bangunan ini tergolong baru selesai tahap pembangunan nya pada tahun 2019, di tambah masa pemeliharaan dan perbaikan selama 6 bulan setelah selesai pekerjaan.

Selain keretakan pada aksesoris lantai dan profil, atap juga masih bocor terlihat dari plapon givsum yang sudah lapuk dan berlubang.

 

Dan yang lebih janggal lagi yaitu pengerjaan toilet dilantai 3, Ada dugaan pengerjan bagian tersebut belum selesai, terlihat dari kusen pintu, dan daun pintu belum ada yang terpasang.

Jika dilihat dari fisik bangunan dan segala bentuk kekurangan dan kerusakan yang tampak saat ini, bangunan tahap pertama tersebut belum layak untuk progress 100%, namun nyata nya pekerjaan pembangunan gedung sekolah tersebut sudah di serah terimakan ke dinas pendidikan, kab.pesisir barat, sebagai owner dari proyek pembangunan tersebut.

Peran PPK dan konsultan serta pengelola teknis di pertanyakan? Di duga ada main main dengan kontraktor nakal, sehingga meloloskan pekerjaan yang diduga kurang layak untuk diserah terimakan.

.

Selasa,(01/06/2021) awak media Duta Lampung mengkomfirmasi ke salah satu tim pengelola teknis agus wijaya,ST.Di Rumah nya, pekon rawas, kab.pesisirr barat. terkait proyek pembangunan gedung sekolah SMPN 1 Pesisir tengah kab.pesisir barat.

Agus wijaya, ST menjelaskan bahwa untuk urusan lapangan beliau mengatakan bukan kapasitas saya untuk menjawab, pengelola teknis hanya bertugas di bagian Administrasi saja, ujarnya.

Lanjut kata agus wijaya, kalau mau menanyakan urusan lapangan, komfirmasi dengan konsultan pengawas, atau dengan PPK, imbuhnya

Kemudian, awak, media duta lampung, menanyakan, perihal duggaan pembangunan Gedung sekolah, SMPN 1 Pesisir tengah tahap pertama, yang sudah selesai 100% dan sudah PHO, kemudian di serah terimakan, ke dinas pendidikan, Apakah bpk agus wijaya, selaku pengelola teknis, mengetahui tentang pisik bangunan yang jika di lihat dari kondisi saat ini sangat tidak layak untuk diserah terimakan, Agus wijaya, menjawab, bukan kapasitas saya untuk menjawab itu semua, pungkas nya.

.

Rabu, (02/06/2021) Awak media Duta Lampung, mengkomfirmasi ke Bayu, Di ruang Kerjanya, Dinas pendidikan Kab.Pesisir Barat, Bayu Sebagai PPK atau pejabat pembuat komitmen atau juga sebagai pengawas pembangunan Konstruksi, yang juga Membawahi konsultan pengawas.

Saat awak media duta lampung menyanyakan perihal kerusakan seperti yang ada di kondisi gedung saat ini, bayu menjelaskan, bahwasannya pada saat serah terima pada saat itu tahun 2019, kondisinya masih baik baik saja, belum terjadi seperti saat ini, ungkap nya.

Awak media menanyakan, mengenai masa perawatan dan perbaikan dari ritensi, tidakah ada itikat baik dari dinas pendidikan untuk memperbaiki atau sudahkan ditegur pihak pelaksana kontraktor untuk memperbaiki, di jawab lagi oleh bayu, seperti yang saya bilang tadi pada saat serah terima dari kontraktor masih baik baik saja belum seperti kondisi pada saat ini.

Kemudian mengenai retensi perbaikan memang betul ada retensi selama 6 bulan, setelah pekerjaan selesai, jadi memang pada saat itu memang belum terjadi juga hal hal seperti itu. Melihat kerusakan seperti saat ini sepertinya sudah lewat juga dari masa retensi, kata bayu.

Untuk pelaksanaan kedepan nya, saat ini sayakan sudah tidak jadi PPK lagi, mungkin nanti saya akan berkoordinasi juga dengan PPK yang baru untuk ditindaklanjuti terhadap pembangunan tahap selanjut nya, ungkap bayu.

Lanjut dari keterangan bayu terkait dengan Pembangunan Gedung SMPN 1 Pesisir tengah, kab.Pesisir barat ini, Badan pemeriksa keuangan (BPK) juga sudah melakukan pemeriksaan dan Audit fisik juga sudah dilakukan, ada beberapa temuan terhadap pembangunan tersebut, oleh BPK, kontraktor pelaksana diminta untuk mengembalikan temuan tersebut ke kas negara.

Dalam kesempatan ini iya mengucapkan terimaksih ke Duta Lampung media, atas pemberitahuan ini, saya akan berkomfirmasi ke PPK yang baru untuk di tindaklanjuti kedepan nya, pungkas nya.

Di sela ahir perbincangan, awak media duta lampung kembali menanyakan, Pak bayu sebagai PPK, apakah bpk memahami teknik bangunan konstruksi, lalu dijawab saya kurang memahami, katanya.

(jokson).