Pembangunan Bendungan Way Tatayan Telan Biaya Rp16 Miliar

0
0

BANDAR LAMPUNG – Duta Lampung Online (DLO) -Provinsi Lampung sebagai lumbung pangan nasional terus berupaya meningkatkan dukungan untuk produksi pertanian. Untuk mendukung itu, tahun 2016 pemerintah provinsi melalui Dinas Pengairan dan Pemukiman menargetkan perbaikan 19 Daerah Irigasi (DI) termasuk membuat bendungan Way Tatayan di Lampung Tengah.

Kepala Dinas Pengairan dan Pemukiman, Edarwan, mengatakan khusus untuk pembangunan Bendungan Way Tatayan ditargetkan selesai dalam kurun waktu tiga bulan, agar mampu menampung air pada saat musim hujan.

“Target awal pembangunan 5-6 bulan, tapi kita kejar sebelum hujan turun jadi harus selesai dalam tiga bulan. Nah untuk pekerjaan seluruhnya termasuk DI tahun ini juga harus selesai,” kata Edarwan saat acara Groundbreaking bendungan Way Tatayan, di Lampung Tengah sekaligus peresmian rehab jalur irigasi, seperti dilansir lampost.co, Jumat (3/6/2016).

Untuk dana pembangunan bendungan dan perbaikan daerah irigasi senilai Rp163 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang masuk ke APBD Lampung 2016.
Khusus untuk perbaikan DI dan Bendungan Way Tatayan ini menghabiskan dana Rp30 miliar, yaitu Rp16 miliar untuk fifik bendungan dan sisanya untuk perbaikan jalur daerah irigasi sepanjang 7 km, kata Edarwan.

Jika bndungan dan perbaikan daerah irigasi di Way Tatayan selesai, maka akan mengaliri lebih dari 1.000 hektare lahan sawah yang ada disekitarnya, yang kemudian akan meningkatkan masa panen sampai tiga kali dalam satu tahun.

“Insya Allah berguna, karena prediksinya jika sawah dengan kecukupan air ini, bisa sampai tiga kali panen dalam satu tahunnya. Tidak dibendung saja bisa dua kali panen. Di sini memang terlihat kecil (sungainya), tapi sumber airnya tidak pernah habis. Nah, nanti juga untuk DI nya, akan kita semen tidak seperti saat ini yang hanya kerukan tanah saja,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri, menilai perbaikan irigasi di Lampung sangat bermanfaat bagi Lampung dalam sektor pertanian. Apalagi di tahun 2015 silam, telah tercapai target 1 juta ton gabah kering. “Tentunya pembangunan ini akan meningkatkan produksi padi,”ujarnya.

Mengenai target peningkatan produksi padi di tahun selanjutnya dirinya enggan menjelaskan secara rinci. “Saya tidak ingin berandai-andai, untuk angka pasti, akan dikalkulasikan terlebih dahulu. Ya diperkirakan saja, dengan DI yang ada saja kita sudah terkejar target 1 juta ton padi. Apalagi, jika keseluruhan DI termasuk di Way Tatayan rampung,” pungkasnya.

Wakil Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto, mengatakan pembangunan bendungan ini untuk perbaikan pelayanan dan peningkatan hasil pertanian bagi petani Lampung Tengah. Kami sangat berterima kasih. Dan memang Lampung tengah merupakan salah satu daerah lumbung pangan Provinsi. Mudah mudahan target peningaktan hasil pertanian sesuai dengan peningkatan fasilitas yang ada,” kata “Loekman.

Pada 2016, program pengembangan jaringan direncanakan untuk merehabilitasi 16 daerah irigasi kewenangan provinsi seluas 19,143 ha. Diharapkan ditahun 2016 semua daerah irigasi kawasan provinsi dalam kondisi baik untuk mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan, (*).