Pekat-IB DPW Lampung Jajak Pendapat Elektabilitas Dan Akseptabilitas Pilgub Lampung 2024

0
138

Bandar Lampung, Dutalampung.com
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Lampung masih dua tahun lagi sekitar 27 November 2024, meski demikian para tokoh politik dan elite partai politik Lampung mulai gencar cek ombak terhadap penentuan bakal calon Gubernur yang berpeluang besar akan maju sebagai pemimpin amanah pilihan hati masyarakat pada periode 2024-2029 kedepan ditanah Sai Bumi Ruwai Jurai.

Isu tahun politik yang mulai riuh terdengar namun sayup-sayup terlihat menjelang pesta demokrasi Pemilu dan Pemilukada serentak tahun 2024 tersebut ditanggapi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT-IB) Provinsi Lampung, dengan menyelenggarakan jajak pendapat terhadap masyarakat, pengurus, dan anggotanya yang tersebar di 15 Kabupaten Kota Provinsi Lampung.

Sebagai informasi survei atau jajak pendapat yang dibuat oleh Lembaga Ormas Pekat-IB DPW Lampung dilaksanakan pada 18-28 Juni 2022 melalui Polingkita.com, diikuti partisipasi sebanyak 13.364 responden dengan metode survei online berbentuk quisioner diantaranya pertanyaan dengan 8 opsi jawaban yang dishare atau diteruskan melalui media sosial dan whastaap kepada masyarakat, keluarga, dan kerabat dekat Pekat-IB Provinsi Lampung,
pertanyaan jajak pendapat adalah apabila pilgub Lampung 2024 diadakan sekarang siapakah yang akan anda pilih?

Hasilnya Ketua DPW PKB Lampung yang juga Petahana Wakil Gubernur Lampung Hj. Chusnunia Chalim, S.H., M.Si., M.Kn., Ph.D masih juara gagah tempati posisi tertinggi jika Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2024 digelar saat ini, Elektabilitas dan Akseptabilitas Nunik tertinggi mencapai 26,3% (3.512) suara, Dibawah Nunik disusul ketat oleh Mantan Gubernur Lampung periode 2014-2019 Muhammad Ridho Ficardo, S.Pi., M.Si. memperoleh 24,7% (3307) suara, posisi ketiga adalah mantan Wakil Gubernur Lampung periode 2014-2019 H. Bachtiar Basri, S.H., M.M. dengan persentase 17,9% (2.393) suara, selanjutnya posisi keempat ada nama mantan Bupati Tulang Bawang Barat 2 periode yakni 2014-2017 dan 2017-2022 Umar Ahmad berada diangka 15,1% (2023) suara, posisi ke lima ditempati oleh mantan Kapolda Lampung (Purn.) Irjen. Pol. Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M. persentase sebanyak 7,3% (971) suara, selanjutnya posisi keenam adalah politisi partai PKS yang bannernya tersebar hiasi Provinsi Lampung mendapatkan persentase sebanyak 4,2% (562) suara, lalu posisi ketujuh ada nama Ketua DPW Nasdem Lampung yang juga mantan Wali Kota Bandar Lampung 2 periode yakni 2010-2015 dan 2016-2021 Drs. H. Herman Hasanusi, M.M. dengan persentase 3,0% (400) suara, terakhir yang mengejutkan Petahana Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi menempati elektabilitas terendah jika Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2024 digelar saat ini, Elektabilitas Arinal Djunaidi pada Pilgub Lampung 2024 hanya mencapai 1,5% (196) suara.

Masyarakat berharap Pemilu dan Pemilukada kali ini melahirkan pemimpin-pemimpin yang benar-benar dapat lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan perekonomian daerah, menjaga stabilitas politik, keamanan dan ketertiban masyarakat, hal itu tidak terkecuali juga di provinsi Lampung, yang juga akan menyelenggarakan Pemilu dan Pemilukada, seperti pemilihan Gubernur, Bupati/Walikota dan juga para Wakil Rakyat yang akan duduk di Parlemen.

Kemudian menanggapi isu-isu politik dan pembangunan Daerah tersebut Ketua DPW Pekat-IB Lampung Novianti, S.H., dalam press releasenya menerangkan bahwa “sebagai unsur masyarakat dan komponen bangsa dalam wadah Lembaga Ormas Pekat-IB Lampung bersikap netral tidak menampilkan keberpihakan pada peserta Pemilu dan Pilkada, mendorong terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif, tertib dan aman.
Serta ikut berpartisipasi untuk mewujudkan iklim politik yang nyaman menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2024, Pekat-IB juga akan memberi perhatian penuh terhadap proses penyelenggaraan pesta demokrasi sehingga terbangun suasana yang penuh etika, dan penuh kedamaian”. (Indra)