Pasien Positif Corona di Pringsewu Bertambah 1 Orang, Total 2 Pasien Positif Covid-19

0
5

PRINGSEWU,(Duta Lampung Online) – Kasus pasien positif corona atau Covid-19 di Kabupaten Pringsewu bertambah, Kamis (25/6/2020).

Sebelumnya satu orang, menjadi dua orang positif Covid-19 di Bumi Jejama Secancanan.

Penambahan kasus pasien positif corona tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni.

“Iya (nambah satu), hasil swab dua hari yang lalu, hasilnya positif (Covid-19),” ungkap Nofli ketika dihubungi, Kamis, 25 Juni 2020.

Diketahuinya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini, menurut Nofli, bermula dari screning seluruh tenaga kesehatan di Bumi Jejama Secancanan.

Alhasil didapati satu orang positif Covid-19.

Nofli mengungkapkan inisial pasien W dengan usia 30-an tahun dengan jenis kelamin laki-laki.

Menurut dia, W berdomisili di ibu kota Kabupaten Pringsewu, tepatnya Kecamatan Pringsewu.

Nofli mengatakan bila yang bersangkutan lajang dan sering bepergian ke Bandar Lampung.

“Sering nongkrong-nongkrong ke Bandar Lampung,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kabupaten Pringsewu menyediakan sebanyak 2000 rapid test untuk mengecek kondisi virus Corona di Bumi Jejama Secancanan.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni mengatakan bila logistik untuk uji rapid test tersebut telah tersedia.

Rapid Test diutamakan bagi mereka yang mempunyai kontak besar dengan masyarakat.

Terutama yang mempunyai risiko tinggi terhadap Virus Corona.

“Sebenarnya garda terdepan pencegahan itu penting, tapi ini kita mengambilnya di pelayanan,” ungkap Nofli, Rabu, 3 Juni 2020.

Jadi, tambah Nofli, semua tenaga kerja kesehatan sudah diintruksikan melakukan repid test.

Tanpa terkecuali, yang ada di puskesmas seluruhnya.

Mulai dari tenaga medis, para medis semuanya di repid test.

Kemudian baru berlanjut kepada yang memang perlu dilakukan rapid test. Sebagaimana permintaan.

Misalnya kantor kejaksaan, polres dan rumah tahanan.

Dia menuturkan, sebelum lebaran lalu ada 60 tahanan yang sudah melakukan rapid test.

Setelah ke kepolisian, menurut dia, rapid test akan dilanjutkan ke petugas Dinas Perhubungan.

Terutama yang bertugas di jalanan, termasuk juga Satpol PP.

Jika dari pemeriksaan rapid test tersebut hasilnya non reaktif, Nofli mengatakan Kabupaten Pringsewu dapat dikategorikan aman.

“Tetapi kalau ada beberapa orang yang ada reaktif, itu akan menjadi masalah dan itu akan ditindaklanjuti seperti 14 hari tidak boleh ke kantor dan melakukan kontak,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kalau pun ada yang terkena virus corona akan dilakulan penelusuran semuanya, yang pernah kontak dengan yang bersangkutan.

“Kalau tidak ditindaklanjuti akan menyebar ke mana-mana,” tutupnya.(Rilis)