Panglima TNI: Kalau Ada Korupsi Harus Diproses

0
7

BANDAR LAMPUNG – DUTA LAMPUNG ONLINE- Pada kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke markas Korem 043/Garuda Hitam, Selasa (26/4/2016) diadakan sesi tanya jawab. Sersan Dua Umar Kusuma dari Koramil Lampung Timur pun tidak menyiakan kesempatan ini.

Anggota babinsa ini mencurahkan isi hatinya tentang kesejahteraan babinsa. Umar mengatakan, tunjangan untuk babinsa hanya sebesar Rp 50 ribu. “Mohon diperhatikan Panglima,” kata Umar.

Gatot langsung memanggil Asisten Teritorial Mayjen Wiyarto untuk menjawab keluhan Umar.

“Jika babinsa hanya terima Rp 50 ribu, saya minta Kasdam cek ke bawah,” kata Wiyarto.seperti dilansir dari Tribun Lampung.

Menurut dia, anggaran untuk Koramil sekarang sebesar Rp 75 juta. Jadi, tutur dia, tidak mungkin anggaran untuk babinsa hanya Rp 50 ribu.

“Kalau memang betul hanya Rp 50 ribu saya minta ditelusuri,” katanya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengutarakan, sekarang tergantung Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Inf Joko Putranto untuk mengontrol anggaran.

“Ke mana itu (anggaran) semuanya. (Mungkin) Korupsi itu. Proses kalau anggaran tidak sampai ke babinsa. Tunjukkan kamu Danrem hebat. Periksa semuanya,” tegas Gatot.

Sejak Dulu Rp 50 Ribu

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 043/Gatam Mayor (Inf) Prabowo yang dikonfirmasi para awak media, menerangkan, tunjangan untuk babinsa memang Rp 50 ribu per bulan. Tunjangan ini dibayarkan per triwulan sekaligus bersamaan dengan gaji.

“Per bulannya memang Rp 50 ribu. Tetapi diberi setiap tiga bulan, jadi Rp 150 ribu. Dan ini memang sudah sejak dahulu, sejak zamannya Presiden Suharto,” katanya.

Ia menambahkan, tunjangan tersebut terlepas dari gaji reguler dan bersumber langsung dari anggaran TNI. Sehingga, tunjangan itu bukan merupakan item dari dana operasional Koramil.

“Diberikan bersamaan dengan gaji. Namun, diberikan per tiga bulan. Tunjangan itu dari anggaran Mabes TNI,” katanya.

Sedangkan anggaran sebesar Rp 75 juta yang disebutkan oleh Asisten Teritorial TNI Mayor Jenderal Wiyarto tersebut, kata Prabowo, hanya digunakan untuk dana operasional Koramil.

Dana operasional untuk Koramil itu bisa untuk latihan atau yang lainnya. “Jadi, tunjangan Babinsa bukan diambil dari dana operasional,” katanya.

Prabowo menambahkan, ada sekitar 5.000 personel Babinsa di seluruh Lampung. Babinsa ini berasal dari pendidikan bintara dengan pangkat Sersan Dua, Sersan Satu, Sersan Kepala, dan Sersan Mayor.

“Jumlahnya di setiap koramil tergantung kebutuhan. Ada yang 15 personel dan ada juga yang mencapai 30 personel,” katanya. Sementara, markas Koramil di seluruh Lampung sendiri mencapai 3.000 mako.

Lebih lanjut ia menambahkan, Babinsa bertugas mendampingi masyarakat secara langsung. Misalnya, pada program swasembada pangan saat ini, Babinsa membantu pendampingan petani dalam menanam padi.

“Atau mendampingi pendistribusian pupuk dari pabrik sampai ke petani. Babinsa juga bertugas membantu masyarakat yang terkena bencana,” katanya.

Naik Rp 1 Juta
Curhat satu di antara babinsa kepada Panglima TNI tersebut sebenarnya refleksi dari harapan para babinsa agar kesejahteraan mereka bisa ditingkatkan. Tunjangan Rp 50 ribu per bulan sudah berlangsung sangat lama dan belum pernah ada kenaikan.

TNI sendiri sebenarnya sudah mengajukan kenaikan tunjangan untuk babinsa ke pemerintah dan DPR. Malah, kenaikannya sangat signifikan, dari Rp 50 ribu menjadi Rp 1 juta. Namun, hingga sekarang, belum terealisasi.

Pada 8 Juni 2015, Panglima TNI (kala itu) Jenderal Moeldoko, mengungkapkan, tunjangan babinsa yang hanya Rp 50 ribu sudah berlangsung sejak lama dan tidak realistis dengan kondisi sekarang.

“Kami usulkan babinsa, pos terdepan Angkatan Udara dan Angkatan Laut, untuk dinaikkan tunjangannya, dari yang selama ini sebesar Rp 50 ribu menjadi Rp 1 juta,” ujar Moeldoko ketika itu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi, dalam acara pembaretan sebagai warga pasukan khusus TNI, April 2015, menjanjikan adanya kenaikan tunjangan kinerja bagi seluruh anggota TNI dengan kisaran 56 hingga 60 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here