Oknum Disdik Tubabar Andika Diduga Pungli Ratusan Juta

0
1134
foto ilustrasi pungli

Tubabar (Duta Lampung Online)-Oknum Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Andika, diduga kuat melakukan pungutana liar (pungli) terhadap guru honor dan guru Negri yang mendapat dana tunjangan sertifikasi, mencapai Rp250 juta.

Terungkapnya kasus tersebut, berawal dari pengakuan dari pengurus LPPNRI Lampung, Wahidin. Wahidin mengungkapkan, salah satu oknum disdik Tubabar, Andika, diduga kuat telah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap guru honorer dan guru Negri yang mendapat sertifikasi sejumlah Rp250 ribu/guru.

“Berapa banyak guru di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang jadi korban? Bayangkan, banyak uang guru yang dimakan oknum disdik tersebut, jika berdasarkan data yang diperoleh jumlah guru yang menerima bantuan mencapai 1000 guru lebih. Wah jumlahnya banyak sekali bisa mencapai Rp250 juta lebih,”ungkap Wahidin pengurus LPPNRI, saat dikonfirmasi belum lama ini.

Atasa kejadian kasus tersebut, sejumlah Masyarakat yang tergabung pada Forum Komunikasi Pemberantas Korupsi (FKPK) dan Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Negara Republik Indonesia (LPPNRI), mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut, yang diduga telah melakukan tindakan korupsi, kolusi dan nipotisme (KKN).

Mereka juka menuding telah terjadi indikasi korupsi dana Bantuan sosial (bansos) Tahun 2013/2015,yang diduga dilakukan oleh, sejumlah oknum Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubabar).

Menurut mereka, atas pengakuan dari sejumlah kepala sekolah mengatakan mereka diwajibkan setor kepada pihak Disdik kabupaten setempat sejumlah 15-17 persen dari dana yang diperoleh.

Seperti pernyataan dari salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) Al-Furkon. Namun setelah membuat pernyataan setor anehnya kepsek tersebut merebut paksa kembali surat pernyataan yang telah dibuatnya.

Dalam pernyataan yang dibuatnya kepsek tersebut mengaku telah dimintai setoran kepada oknum Disdik kabupaten setempat, Kodi sejumlah 17 persen.

Terpisah, pihak dinas pendidikan setempat, saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut mengelak. “Informasi itu tidak benar,”ujar salah satu pejabat Disdik setempat, yang masih dirahasikan identitasnya yang diduga kuat pula terlibat kasus yang sama.(Tim).